Selasa, 16 Agustus 2011

Tekhnik Membaca.

Tekhnik Membaca.
Efisiensi membaca akan lebih baik, jika informasi yang dibutuhkan sudah ditentukan lebih dahulu. Konsentrasi perhatian dan pikiran dapat diarahkan pada informasi itu. Informasi yang dibutuhkan disebut informasi fokus. Padaumumnya, untuk menemukan informasi fokus dengan efisien ada beberapa teknik membaca yang digunakan,yaitu (1) baca- pilih (selecting),(2) `bac-lompat (skipping),(3) baca-layap(skimming),dan(4) baca-tatap(scanning)(Tampubolon, 1990).
Pada bagian ini akan dibicarakan teknik-teknik tersebut, namun lebih di utamakan (penekanannya) pada pembaca memindai (scanning) dan membaca layap(skimming).
1. Membaca Memindai(Scanning).
Membaca memindai disebut juga.membaca tatap(scanning). Membaca memindai (scanning) ialah membaca sangat cepat. Ketika seseorang membaca memindai,dia akan melampaui banyak kata. Menurut Mikulecky & Jeffries (1998), membaca memindai penting untuk meningkatkan kemampuan membaca.siswa yang menggunakan teknik membaca memindai akan mencari beberapa informasi secepat mungkin. Banyak siswa mencoba membaca setiap kata dari setiap kalimat yang dibacanya. Dengan berlatih membaca memindai, seseorang bisa belajar membaca untuk memahami teks bacaan dengan cara yang lebih cepat.
Membaca memindai umumnya digunakan untuk daftar isi buku atau majalah, indeks dalam dalam buku teks, jadwal,advertensi dalam surat kabar, buku petunjuk telepon, dan kamus. Sebaliknya, membaca memindai tidak digunakan untuk membaca cerita misteri,buku teks untuk suatu kursus yang penting, surat-surat penting dari ahli hukum, denah (peta) untuk menemukan jalan pulang, pertanyaan tes, dan puisi (Mikulecky & Jeffries, 1998).
Daftar isi buku atau majalah selalu terletak pada halaman depan. Daftar isi menceritakan apa yang bisa ditemukan pada setiap bab atau bagian.
a. Membaca Memindai Daftar Isi.
Berikut ini contoh latihan membaca memindai daftar isi. Bacalah setiap pertanyaan, kemudian bacalah dengan cepat daftar isi untuk menemukan jawaban. Kerjakan secepat yang bisa kamu lakukan.
1. beberapa banyak liputan yang ada dalam majalah Bobo?
2. Halaman barapakah acara televisi bisa ditemukan ?
3. apakah dalam majalah ini ditemukan cerita dongeng ?
4. Pada halaman berapakah bisa dibaca tentang Natasha ?

b. Membaca memindai Jadwal Perjalanan.
Membaca memindai (Scanning) suatu jadwal sering dilakukan apabila bepergian. Dengan melihat jadwal perjalanan, orang akan bisa menemukan informasi yang dibutuhkan untuk berpergian. Pada halaman berikut diberikan contoh latihan melihat jadwal suatu perjalanan. Pembelajaran membaca memindai tentang jadwal bisa ditemukan dalam kurikulum2004 Mata Pelajaran Bahasa Indonesiauntuk kelas V. kompetensi dasaryang harus dimiliki siswa, yaitu Membaca Memindai dan hasil belajar yang diharapkan ialah Menemukan informasi secara cepat dari berbagai teks khusus, serta indikator pencapaian hasil belajar ialah(1)menemukan secara tepat informasi yang diminta oleh guru dan temanmu, (2) menjelaskan jadwal dalam bentuk uraian.
Berikut ini contoh latihan membaca memindai untuk mendapatkan informasi tentang perjalanan (informasi tentang biaya tiket dan jadwal perjalanan). Baca jadwal perjalanan dari jakarta dibawah ini dengan cepat untuk menjawab pertanyaan berikut. Kerjakan dengan cepat.
1. Biro perjalanan yang mana yang akan kamu pilih kalau berangkat dari jakarta dengan biaya yang lebih murah.
2. Biro perjalanan mana yang akan kamu hubungi apabila kamu butuh sewaktu-waktu berangkat dari jakarta.
3. Bisakah kamu beli tiket dari hari sabtu dari biro perjalanan Fiera Tour ?
4. Kalau kamu menginginkan tikat diantar kerumah, biro perjalanan manakah yang bisa dihubungi ?
5. Bisakah harga tiket dibayar dengan rupuah kalau ingin pergi ke Kunhing ?
6. Pukul berapakah kamu harus berada diterminal bandara kalau kamu ingin kepalembang dengan pesawat kedua ? (kamu harus melapor 1 jam berangkat)
7. Apakah yang terjadi kalau ayahmu tidak mendapat tiket pukul 11.05, sedangkan seminar di Yogyakarta dimulai pukul 16.00 ?
c. Membaca Memindai Iklan.
Surat kabar sering mempunyai bagian yang disebut iklan, yang diklasifikasikan berdasarkan apa yang diiklankan. Pada bagian surat kabar ini, orang bisa menemukan barang-barang yang akan dibeli,dijual, atau disewakan.
Dalam Kurikulum Bahasa Indonesia tahun 2004 untuk kelas V, membaca iklan merupakan salah satu kompetensi dasar dari membaca intensif. Hasil belajar yang diharapkan bisa dimiliki siswa ialah membaca beberapa iklan mini, sedangkan indikator keberhasilan belajar ialah (1) menafsirkan untuk siapa iklan itu, (2) menyimpulkan tentang apa yang diiklankan,(3) menulis isi iklan kedalam beberap kalimat.
Berikut ini contoh latihan membaca memindai untuk mendapatkan informasi tentang penjualan rumah di Padang dan Bukittinggi.
Terdapat beberap iklan tentang jual beli rumah. Bacalah iklan tersebut dengan cepat, kemudian jawablah pertanyaan berikut dengan cepat.
1. Kalau kamu ingin membeli rumah yang dekat dengan supermarket, telepon mana yang harus dihubungi?
2. Telepon mana yang harus kamu hubungi kalau kamu ingin menetap di Bukittinggi dengan fasilitas lengkap seperti tersedianya tempat khusus untuk beribadah.
3. Orang tuamu baru saja pindah kerja dari Jakarta ke Padang, sedangkan dananya terbatas untuk membeli rumah. Nomor telepon manakah yang kamu sarankan untuk dihubungi ? Dan seterusnya.
4. Kalau orang tuamu ingin membuka suatu toko di Bukittinggi, telepon mana yang tepat dihubungi? Dan seterusnya.
5. Tuliskan kembali dengan kata-kata sendiri salah satu iklan yang kamu pilih sendiri.
d. Membaca Memindai Petunjuk Pemakaian Obat, Pupuk, Alat Rumah Tangga, dan Sebagainya.
Membaca memindai petunjuk penggunaan obat, pupuk,alat rumah tangga, dan sebagainya merupakan bagian dari membaca memindai. Dalam kurikulum Bahasa Indonesia SD tahun 2004 untuk kelas VI, ditemukan kompetensi dasar yang berbunyi Membaca memindai, dengan hasil belajarnya, menjelaskan isi petunjuk pemakaian dari hasil membaca. Sedangkan indikator tercapai atau tidaknya suatu kompetensi dasar mencakup (1) menjelaskan urutan petunjuk penggunaan obat, pupuk, alat rumah tangga, dan sebagainya, (2) menjawab pertanyaan tentang isi petunjuk, (3) menyampaikan isi petunjuk kepada teman.
Berikut ini contoh petunjuk penggunaan obat. Bacalah dengan cepat, kemudian tuliskan dengan kalimatmu sendiri urutan penggunaan obat. Bacakanlah tulisanmu kepada teman sebangkumu atau ke depan kelas. Kemudian jawablah pertanyaan berikut !
1. Kepada siapakah obat Zetamol tidak boleh diberikan ? Kalimat mana yang menyatakan demikian ?
2. Berapa sendokkah sirop Zetamol diberikan kepada anak usia 9 bulan?
3. Bolehkah obat ini disimpan di tempat yang banyak kena sinar matahari?
4. Bolehkah anak usia 11 tahun diberikan dua tablet sekali minum?
5. Bolehkah obat ini diminum oleh penderita sakit mag?
6. Jelaskan kepada teman sebangkumu bagaimana cara menggunakan obat Zetamol!
e. Membaca Memindai kamus dan Buku Petunjuk Telepon
Kegiatan awal membaca kamus ialah pengabjadan mencari kata dasar dari kata imbuhan. Kegiatan ini perlu dilakukan sebelum membaca kamus. Kata-kata yang terdapat dalam kamus diurut berdasarkan urutan abjad dari kata dasar. Kesalahan dalam menentukan kata dasar akan menyulitkan mencari arti suatu kata dalam kamus.
Pembelajaran membaca memindai untuk mencari kata dalam kamus sedeikit berbeda dengan mencari nomor telepon seseorang dalam buku petunjuk telepon. Pada pembelejaran memindai melihat kamus, siswa dilatih menyusun kata berdasarkan urutan abjad kata dasarnya; sedangkan mencari nomor telepon seseorang, misalnya siswa dilatih menyusun nama teman sekelasnya berdasarkan abjad.
Secara lebih rinci berikut ini dijelaskan langkah-langkah menbaca kamus dengan teknik scanning.
1. Siswa mencari kata-kata sulit ditemukan dalam satu teks bacaan.
2. Siswa menentukan kata-kata yng merupakan kata dasar atau kata berimbuhan.
3. Siswa menganalisis kata berimbuhan menjadi kata dasar yang merupakan salah satu kunci menemukan arti dalam kamus. Ada beberapa kata yang tidak mudah mencari kata dasarnya. Misalnya, Kata” mengecek” yaitu “cek”, ecek-ecek”,dan “kecek”.
4. kemudian siswa mengadakan eksplorasi dengan mencari arti kata mengecek dengan mencari pada kata dasar yang diawali dengan huruf “k”.
5. Langkah berikutnya siswa menetapkan arti kata yang paling tepat dan sesuai dengan konteks kalimat.
2. Membaca Layap (Skimming)
Membaca layap (skimming) ialah membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum atau bagian suatu bacaan. Membaca dengan cepat sering dibutuhkan ketika sedang membaca. Umumnya tidak semua informasi ingin diketahui dan diingat. Kalau kita hanya ingin menemukan sesutu tentang buku atau artikel, kita bisa melakukannya dengan membaca layap.
Seseorang membaca layap jika ingin membaca artikel di surat kabar dan majalah, kulit buku ditoko buku (dilakukan untuk membeli buku), dan buku-buku pustaka (seseorang bisa menemukannya jika pustaka tersebut mempunyai informasi yang dibutuhkan).
Membaca layap dibutuhkan untuk mengetahui, sudut pandang penulis tentang sesuatu, menemukan pola organisasi paragraf, dan menemukan gagasan umum dengan cepat (Mikulecky&Jeffries, 1998).
Dalam Kurikulum Bahasa Indonesia tahun 2004 membaca layap ditemukan untuk setiap kelas, kecuali keas III. Berikut ini akan diberikan contoh membaca layap sesuai dengan tingkatan kelas dan teknik membaca layap yang digunakan.
a. Membaca Layap Untuk Mengetahui Sudut Pandang Penulis.
Membaca layap untuk mengetahui sudut pandang penulis dapat ditemukan dari Kurikulum Bahasa Indonesia tahun 2004 untuk kelas VI. Kompetensi dasarnya, membaca sekilas dengan hasil belajar yang diharapkan Membaca Sekilas Informasi dalam kolom khusus majalah anak atau buletin anak. Sedangkan salah satu indikatornya ialah memberikan tanggapan terhadap pemikiran penulis dalam bentuk pertanyaan atau saran.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar