Jumat, 29 Juli 2011

CONTOH PROPOSAL PTK

Contoh proposal PTK


PROPOSAL PENELITIAN
1. Judul Penelitian
I.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengapresiasi Puisi Siswa Kelas III A SLTP Negeri 2 Sidoarjo dengan Strategi Strata


2. Latar Belakang Masalah
Kita memaklumi bahwa bahasa Indonesia sangat penting penanannya sebagai alat komunikasi masyarakat. Selain itu, bahasa Indonesia juga merupakan suatu alat untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi di semua jenjang pendidikan sekolah. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita, lebih-lebih siswa menguasai dan dapat berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Penguasaan bahasa Indonesia seperti itu dapat dicapai antara lain melalui pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.
Pembelajaran sastra di SLTP dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasikan sastra. Tujuan itu berkaitan erat dengan latihan mempertajam perasaan-perasaan, penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup. Untuk memahami dan menghayati karya sastra, siswa diharapkan langsung membaca karya sastra, bukan membaca ringkasannya (Kunikulum Pendhdikan Dasar GBPP SLTP Bahasa Indonesia 1994).
Dari maksud/tujuan pembelajaran sastra di SLTP tersebut, diketahui bahwa muara akhir pengajaran sastra adalah terbinanya apresiasi dan kegemaran terhadap sastra, yang didasari oleh pengetahuan dan keterampilan di bidang sastra. Usaha-usaha pembinaan tersebut seharusnya sudah dimulai pada awal pembelajaran sastra. Sastra adalah sesuatu untuk dipelajari dan dinikmati. Oleh karena itu, bimbingan/dasar-dasar penafsiran dalam batas-­batas tertentu perlu diberikan agar proses penikmatan menjadi lebih terarah (Wardani, 1981:10).
Dari pengamatan langsung di kelas dan hasil diskusi yang intens dengan guru-guru bahasa Indonesia di SLTP, diketahui beberapa masalah yang berhubungan dengan pembelajaran sastra pada umumnya, antara lain: a) kesulitan guru sastra dalam memperkenalkan karya sastra baik klasik maupun modern, kemudian menghubungkan dengan karya sastra kegemaran siswa, dengan cara yang wajar dan menyenangkan, b) kesulitan membicarakan sastra tanpa kehilangan sentuhan kepekaan reaksi, memberikan kegairahan dalam membaca, c) kesulitan menolong siswa bereaksi secara perorangan, dengan kehalusan dan kerumitan yang berkembang, dan tidak hanya bergantung pada kedewasaan dan kematangan persepsi guru atau kritikus sastra.

3. Permasalahan/Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disebutkan di atas, masalah penelitian ini adalah lemahnya kemampuan siswa kelas III A SLTP Negeri Sidoarjo dalam mengapresiasi puisi (memahami puisi, menghargai puisi, peka terhadap pusi, dan bersikap positif terhadap puisi). Siswa lemah dalam hal menemukan tema dan amanat puisi, menemukan nada, suasana, tujuan puisi; lemah dalam hal mengidentifikasi majas, pilihan kata, rima, dan ritma, serta imaji puisi.

4. Cara Memecahkan Masalah
Masalah lemahnya kemampuan mengapresiasi puisi (memahami puisi, menghargai puisi, kepekaan terhadap puisi, berikap positif terhadap puisi) tersebut akan dipecahkan secara bertahap (dilihat dari hasilnya) dan serentak (dilihat dari cara penerapan strategi pembelajaran) dengan menerapkan strategi strata, yang terdini dari tiga langkah pokok yaitu penjelajahan, interpretasi, dan re-kreasi.

a. Penjelajahan
Siswa melakukan penjelajahan terhadap cipta sastra yang disukainya atau yang disarankan oleh guru. Penjelajahan dilakukan dengan cara membaca, bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang cipta sastra yang sedang dibaca. Tahap penjela]ahan ini terutama dimaksudkan untuk mencoba memperoleh gambaran sekilas tentang makna puisi yang dibaca siswa.



b. Interpretasi
Setelah penjelajahan, dilakukan penafsiran terhadap karya sastra yang dijelajahi. Penafsiran dilakukan dengan tanya jawab, berdiskusi dengan temannya/guru tentang karya sastra (puisi) yang telah dibaca. Dapat pula dilakukan dengan menganalisis unsurunsur yang membangun karya sastra tersebut. Tahap intenprtasi ituterutama dimaksudkan untuk memahami unsur-unsur yang membangun puisi.

c. Re-Kreasi
Langkah ini merupakan langkah pendalaman. Siswa dengan bimbingan guru secara terbatas, diminta mengkreasikan kembali sesuatu yang telah dipahami dalam tahap interpretasi. Pengkreasian kembali ini dapat berupa penukaran peran pengarang, penulisan kembali bagian karya sastra dengan sudut pandang yang berbeda, atau mengubah gaya bahasa penulisan karya sastra.

5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
a. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang masalah yang telah disebutkan di atas, tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa kelas III A SLTP Negeni 2 Sidoarjo dalam hal mengapresiasi puisi.
Tujuan itu dapat dijabarkan secara khusus, yakni untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal
a. memahami tema dan amanat puisi
b.memahami nada dan rasa puisi
c. memahaini tujuan puisi
d.memahami pilihan kata dalam puisi
e. memahami majas dalam puis
f. memahami rima dan ritma dalam puisi
g.memahami imaji puisi
h.kepekaaannya terhadap puisi

i. sikapnya terhadap puisi.

b. Manfaat Penelitian
Penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut.
1) Bagi guru
Dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini, guru dapat dengan baik menguasai model pembelajaran sastra dengan strategi Strata. Guru dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya yang sangat berpusat pada siswa, yang berkadar CBSA tinggi. Di samping itu, dengan melakukan penelitian tindakan kelas, guru akan terbiasa melakukan penelitian kecil yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitasnya sebagai guru dan juga demi perbaikan pembelajaran, serta kariernya sendiri.
2) Bagi siswa
Penelitian ini akan bermanfaat bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya mengapresiasi sastra; belajar sastra bukan suatu hal yang membosankan, melainkan merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan.
3) Bagi sekolah
Penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah dalam rangka perbaikan pembelajaran pada khususnya dan sekolah pada umumnya.

6. Kerangka Teoretik dan Hipotesis Tindakan



a. Kerangka Teoretik
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, berupa penerapan strategi strata dalam proses pembelajaran sastra di kelas. Kerangka teoretik yang akan dibahas meliputi pembelajaran apresiasi sastra dengan strategi strata.

Pembelajaran Apresiasi Sastra
Pembelajaran apresiasi sastra merupakan bagian integral dari pembelajaran komponen pemahaman bahasa. Artinya, pembelajaran sastra terpusat pada pemahaman, penghayatan, dan penikmatan atas karya sastra. Prinsip-prinsip pembelajaran apresiasi sastra yang perlu diperhatikan sebagai berikut.
a) Pembelajaran sastra dapat meningkatkan kepekaan rasa terhadap budaya bangsa, khususnya bidang kesenian.
b) Pembelajaran sastra memberikan kepuasaan batin dan keterampilan pengajaran karya estetis melalui bahasa.
c) Pembelajaran sastra bukan merupakan pengajaran sejarah sastra, aliran, dan teori tentang sastra.
d) Pembelajaran sastra merupakan pembelajaran untuk memahami nilai kemanusiaan dari karya-karya sastra (Ambang, 1999:28).
Pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasikan karya sastra. Kegiatan mengapresiasikan sastra berkaitan erat dengan pelatihan mempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup. Untuk memahami dan menghayati karya sastra, siswa diharapkan langsung membaca karya sastra bukan membaca ringkasannya (Depdikbud, 1995:6).
Untuk pembelajaran apresiasi sastra, perlu dipertimbangkan alternatif atau pilihan
kegiatan:
1) Membaca diam (dalam hati)
2) Membacakan puisi, prosa, atau drama
3) Mendeklamasikan puisi
4) Membahas isi, bentuk, bahasa, tema, dan alinan
5) Menafsirkan isi
6) Mendengarkan sandiwara radio
7) Memerankan atau bermain peran
8) Melakonkan
9) Mendiskusikan
10) Benpantun
11) Membuat ikhisar

12) Melisankan
13) Melagukan puisi
14) Membandingkan
15) Mengelompokkan dan membedakan isi, bentuk, tema, dan corak
16) Menemukan pesan dan amanat
1 7) Membuat resensi atau pertimbangan
18) Menciptakan puisi, cerpen, atau drama
19) Menulis skenario
20) Membuat syair lagu-lagu
21) Menyadur karya sastra ( bukan pengetahuan tentang sastra)
22) Menonton dan membicarakan film yang bendasarkan karya sastra
23) Menghadiri acara budaya
24) Membuat dan menyelenggarakan kegiatan sastra drama, lomba puisi, dan deklamasi
25) Mendengarkan pembacaan cerpen
26) Mengadakan lomba drama dalam kelas
27) Melakonkan drama dan improvisasi
28) Mengumpulkan cerita-cerita rakyat setempat
29) Membuat majalah dinding tentang sastra
30) Membuat majalah sekolah (Ambang, 1999 : 29)

Strategi Strata
Strategi ini dinamakan strategi Strata karena idenya didapatkan dari tulisan Leslie Strata dalam bukunya Patterns of Language. Tiga langkah pokok dalam strategi ini adalah penjelajahan, interpretasi, dan re-kreasi.

Penjelajahan
Siswa melakukan penjelajahan terhadap cipta sastra yang disukainya atau yang disarankan oleh guru. Penjelajahan dapat dilakukan dengan membaca, bertanya, mengamati/menyaksikan pementasan, dan kegiatan lain yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang cipta sastra yang sedang dijelajahi.

Interpretasi
Langkah penjelajahan, dilakukan penafsiran dari cipta sastra yang dijelajahi. Penafsiran dapat dilakukan dengan presentasi atau suatu penampilan lain. Dapat pula dengan menganalisis unsur-unsur yang membangun cipta rasa sastra tersebut.

Re-Kreasi
Langkah ini adalah langkah pendalaman. Siswa diminta mengkreasikan kembali apa yang telah dipahaminya, dengan jalan menukar peran pengarang misalnya, penulisan kembali bagian tertentu dari sudut pandangan salah seorang pelaku, mengubah bentuk cerita ke dalam bentuk drama, menuliskan suatu bagian dalam sastra klasik dengan gaya bahasa masa kini dan sebagainya.
Cara melaksanakan setiap langkah bergantung pada teknik yang ingin dipergunakan oleh setiap pengajar. Strategi ini memungkinkan guru bekerja dengan siswa dalam kelompok-keloinpok ataupun secara perseorangan (Wardani, 1982: 12)
Berdasarkan alternatif kegiatan pembelajaran apresiasi sastra, maka akan dipilh kegiatan pembelajaran sastra pada Cawu 1 Kelas HI SLTP meliputi:
(a) Membaca puisi dan membahas ciptaannya
(b) Mencatat bagian yang paling berkesan dari sebuah puisi.
Kedua kegiatan pembelajaran tersebut di atas akan dilaksanakan dalam beberapa putaran (siklus). Pada tiap-tiap siklus akan diterapkan srategi srata, yang terdiri atas tiga langkah pembelajaran, yaitu penjelajahan, interpretasi, dan re-kreasi.

b. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka teoretik di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah sebagai berikut.
“Dengan menggunakan strategi Strata dalam pembelajaran puisi, maka kemampuan mengapreasiasi puisi siswa kelas III A SLTP Negeri 2 Sidorajo akan meningkat”.
















7. Rencana Penelitian/Metode Penelitian

a. Setting Penelitian
Penelitian ini akan diadakan di SLTP Negeri 2 Sidoarjo. Jumlah siswa kelas III A adalah 40 orang, terdiri atas 25 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan.


b. Faktor yang Diteliti
Faktor yang ingin diteliti dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut.
Faktor siswa: ingin diteliti kemampuannya memahami puisi dengan pembelajaran strategi Strata. Di samping itu juga akan dilihat kepekaan dan sikapnya terhadap puisi khususnya, dan sastra pada umumnya.
Faktor guru: ingin diteliti cara guru merencanakan pembelajaran serta bagaimana pelaksanaannya di kelas.


c. Rencana Tindakan
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri atas beberapa siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai seperti yang telah didesain dalam faktor yang ingin diteliti. Untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap puisi dengan melihat unsur-unsur puisi, maka diberikanlah tes yang berfungsi sebagai tes awal. Observasi awal juga dilakukan untuk mengetahui tindakan yang tepat yang akan diberikan dalam rangka memantapkan pemahaman siswa terhadap puisi dan meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi puisi.
Dari evaluasi dan observasi awal, maka dalam refleksi ditetapkanlah bahwa tindakan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi adalah pembelajaran puisi dengan strategi Strata. Dengan berpegang pada refleksi awal tersebut maka dilaksanakanlah penelitian tindakan kelas ini dengan prosedur (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi dalam setiap siklus. Secara lebih rinci prosedur penelitian tindakan kelas untuk siklus pertama dapat dijabarkan sehagai berikut.

Studi Awal

Perencanaan
Adapun kegiatan yang dilakukan dalama tahap pereneanaan ini adalah sebagai berikut.
a.Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan pola srategi strata yang berjenjang dan tahap penjelajahan, interpretasi, dan re-kreasi.
b.Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas ketika strategi pembelajaran srata diterapkan untuk mengapresiasi puisi.
c.Membuat alat bantu mengajar untuk digunakan dalam rangka mengoptimalkan kemampuan mengapresiasi puisi siswa.
d.Merancang alat evaluasi untuk melihat apakah kemampuan siswa mengapresisasi puisi meningkat, kepekaannya terhadap puisi semakin baik, dan sikapnya terhadap puisi khususnya dan terhadap sastra pada umunnya semakin positif.



Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembeiajaran yang telah direncanakan.

Observasi
Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

Refleksi
Hasil yang didapatkan dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis. I)ari hasil observasi guru dapat mengadakan refleksi dengan melihat data observasi, apakah kegiatan yang dilakukan telah meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi, meningkatkaan kepekaannya terhadap puisi, dan meningkatkan sikap positifnya terhadap puisi khususnya dan sastra pada umumnya. Di samping data hasil observasi, dipergunakan pula jurnal yang dibuat oleh guru, pada saat guru selesai melaksanakan kegiatan pengajaran. Data dan jurnal dapat juga dipergunakan sebagai acuan bagi guru untuk dapat mengevaluasi dirinya sendiri. Hasil analisis data yang dilaksanakan dalam tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk merencakan siklus berikutnya.

d. Data dan Cara Pengambilannya
Sumber data adalah siswa dan seluruh anggota tim peneliti. Jenis data yang didapatkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri atas hasil belajar, rencana pembelajaran, hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran , dan jumal.
Cara pengambilan data adalah
a) Data basil belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa
b) Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakan tindakan, diambil dengan menggunakan lembar observasi.
c) Data tentang refleksi serta perubahan yang terjadi di kelas diambil dari jumal yang dibuat guru.
d) Data tentang keterkaitan antara perencanaan dan pelaksanaan didapat dari rencana pembelajaran dan lembar observasi.

e. Teknik Analisis Data

f. Indikator Kinerja/keberhasilan
Yang menjadi indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah apablla kemampuan mengapresiasi puisi siswa rata-rata mendapat angka 80. Di samping itu, siswa semakin peka dan semakin bersikap positif terhadap puisi khusnya dan sastra pada umumnya.
















DAFTAR PUSTAKA


Ambang, H Abdullah dkk. 1999a. Penuntun Terampil Berbahasa Indonesia 3. Bandung: Trigenda Karya.
__________ . 1999b. Petunjuk Guru: Penuntun Terampil Berbahasa Indonesia 3. Bandung: Trigenda Karya.
Depdikbud. 1995. Kurikulum Pendidikan Dasar SLTP GBPP Bahasa Indonesia. Jakarta: Dirjen Dikmenum.
TIM Pelatih Proyek PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Diektorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Wardani, I G.A.K. 2002. Pengajaran Sastra. Jakarta: P3G Depdikbud.



TUGAS YANG HARUS DISELESAIKAN

Judul PTK yang baik
Rumusan masalah yang baik dan benar
Metodologi Penelitian :
A. Rancangan Penelitian
Rancangan Penelitian isinya Studi pendahuluan untuk menetapkan masalah
Perencanaan
Pelaksanakan
Pengamatan
Refleksi
B. Data dan Sumber Data
a. Subjek Penelitian
b. Data Penelitian
c. Sumber Data
d. Lokasi Penelitian
C. Instrumen Penelitian
a. Lembar Pengamatan
b. Dokumen
c. Test sesuai bidang

PAKEM : Pengajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menarik
PAIKEM: Pengajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menarik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar