Selasa, 26 Juli 2011

Peningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada materi kelipatan dan faktor di kelas IV MI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika sejak dini.
Berdasarkan urgensi pelajaran matematika di atas, pengajaran matematika perlu diperbaharui, di mana siswa diberikan porsi lebih banyak dibandingkan dengan guru, bahkan siswa harus dominan dalam kegiatan belajar mengajar. Sasaran dari pembelajaran matematika adalah siswa diharapkan mampu berpikir logis, kritis dan sistematis. Untuk mengembangkan potensi to live together salah satunya melalui model pembelajaran kooperatif. Aktivitas pembelajaran kooperatif menekankan pada kesadaran siswa perlu belajar untuk mengaplikasikan pengetahuan, konsep, keterampilan kepada siswa yang membutuhkan atau anggota lain dalam kelompoknya, sehingga belajar kooperatif dapat saling menguntungkan antara siswa yang berprestasi rendah dan siswa yang berprestasi tinggi.
Kurikulum yang digunakan di MIN Loa Tebu Tenggarong yaitu KTSP, namun paradigma lama di mana guru merupakan pusat kegiatan belajar di kelas (teacher center) masih dipertahankan dengan alasan pembelajaran seperti ini adalah yang paling praktis dan tidak menyita banyak waktu.

Berdasarkan pengamatan kami sebagai guru MIN Loa Tebu Tenggarong, nilai matematika kelas IV-A masih rendah di sebabkan karena kurangnya minat siswa dalam mempelajari matematika, kurang menguasai materi pelajaran, dan anak kurang latihan mengerjakan soal-soal di rumah. Hal tersebut ternyata mempengaruhi hasil belajar siswa terutama pada materi pembelajaran matematika.
Dalam menyelesaikan persoalan yang menyangkut kelipatan dan Faktor seringnya siswa hanya bermodal menghafal perkalian memasukkan tanpa dibarengi pemahaman konsep yang mendalam. Melalui media pembelajaran matematika yang salah satunya adalah LKS dengan metode penemuan terbimbing siswa dapat mengetahui dari mana sebenarnya rumus yang digunakan berasal.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti mengadakan penelitian dengan judul “ Peningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada materi kelipatan dan faktor di kelas IV MIN Loa Tebu Tenggarong Tahun Pembelajaran 2009/2010
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah : Bagaimana peningkatan hasil belajar matematika siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi kelipatan dan faktor di kelas IV MIN Loa Tebu Tenggarong tahun pembelajaran 2009/2010
C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT Pada materi kelipatan dan
faktor di kelas IV semester I MIN Loa Tebu Tenggarong tahun pembelajaran 2009/2010
D. Manfaat penelitian
1. Bagi siswa: Menambah keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika dan menganggap matemtika adalah pelajaran yang menyenangkan
2. Bagi guru: menambah kualitas dan wawasan dalam pembelajaran matematika dengan melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe NHT.
3. Bagi sekolah: sebagai sumbangan kepada pihak sekolah maupun sekolah lainnya dalam rangka perbaikan proses pembelajaran matematika.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan interaksi antara guru dengan siswa. Berikut ini beberapa pengertian pembelajaran kooperatif menurut para ahli.
Posamentier (dalam Rachmadi, 2004:13) secara sederhana menyebutkan cooperative learning atau belajar secara kooperatif adalah penempatan beberapa siswa dalam kelompok kecil dan memberikan mereka sebuah atau beberapa tugas.
Menurut Zainurie Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kerja kesetaraan jender.
Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran sukses dalam kelompok kecil dimana setiap siswa memiliki perbedaan tingkat kemampuan, menggunakan berbagai aktivitas belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka pada suatu materi. Masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab tidak hanya pada apa yang dipelajari tetapi juga untuk membantu teman satu kelompok. Jadi, Pembelajaran Kooperatif adalah pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk bekerja dalam suatu tim untuk menyelesaikan masalah, menyelesaikan tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk tujuan bersama.
Nur menjelaskan adapun prinsip dasar dan ciri-ciri dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
1. Prinsip dasar pembelajaran kooperatif:
a. Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.
b. Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.
c. Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.
d. Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.
e. Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
f. Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.
2. Ciri-ciri pembelajaran kooperatif:
a. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
b. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender.

c. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masing-masing individu.
Pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran koopeartif ada tiga tujuan yang hendak dicapai yaitu :
(1) Hasil belajar akademik
Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Banyak ahli yang berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif unggul dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit.
(2) Pengakuan adanya keragaman
Pembelajaran kooperatif bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai macam perbedaan antara lain perbedaan suku agama,kemampuan akademik, dan tingkat sosial.
(3) Pengembangan ketrampilan sosial
Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan sosial siswa. Ketrampilan sosial yang dimaksud dalam pembelajaran koopertif antara lain adalah : berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, , mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya (Ismail . 2003: 19-20)
Berdasarkan beberapa pendapat yang ada, pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang memandang keberhasilan individu diorientasikan dalam keberhasilan kelompok. Dalam hal ini, maka siswa bekerja sama dalam mencapai
tujuan dan siswa berusaha keras membantu dan mendorong pada teman-teman untuk bersama-sama berhasil dalam belajar.
B. Pembelajaran Kooperatif tipe NHT
Umumnya, jika seorang guru ingin mengetahui tingkat pemahaman siswa pada saat pembelajaran, guru akan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Selanjutnya, guru akan menunjuk salah seorang siswa (yang telah mengangkat tangannya ketika guru memberikan pertanyaan) untuk menjawabnya. Seandainya jawaban yang diberikan tidak tepat, barulah siswa yang lain berpeluang untuk menjawab pertanyaan tersebut. itupun seorang saja.
Untuk menghindari terjadinya hal seperti itu, salah satu cara ialah melalui pembelajaran kooperatif tipe NHT.
Number Heads Together merupakan kegiatan belajar kooperatif yang dikembangkan oleh Spencer Kagan (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Tipe NHT adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa Pembelajaran kooperatif tipe NHT menggunakan tujuh langkah.

Tabel 2.1 Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT
FASE TINGKAH LAKU GURU
Fase-1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
Fase-2
Menyajikan informasi. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Fase-3
Penomoran Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
Fase-4
Mengajukan pertanyaan/ permasalahan. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk dipecahkan bersama dalam kelompok. Pertanyaan dapat bervariasi
Fase-5
Berpikir bersama. Siswa menyatukan pendapatnya terhadap pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban itu.
Fase-6
Menjawab (evaluasi). Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
Fase-7
Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.
Sumber: Ibrahim dkk, (2000 : 10

C. Pembentukan dan Penghargaan Kelompok
Salah satu cara membentuk kelompok berdasarkan kemampuan akademik seperti berikut ini.
Tabel 2.2 Cara membentuk kelompok berdasarkan kemampuan akademik.
Kemampuan No Nama Rangking Kelompok
Tinggi 1 1 A
2 2 B
3 3 C
4 4 D
5 5 E
Sedang 6 6 A
7 7 B
8 8 C
9 9 D
10 10 E
11 11 E
12 12 D
Rendah 13 13 C
14 14 B
15 15 A
16 16 A
17 17 B
18 18 C
19 19 D
20 20 E
21 21 A
Sumber : Posamentier (dalam Rachmadi, 2004:13)

D. Hasil Belajar Matematika
Hasil belajar terdiri dari dua kata, yakni hasil dan belajar. Antara hasil dan belajar memiliki arti yang berbeda. Hasil ialah wujud pencapaian dan suatu tujuan yang dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun kelompok. Hasil tak akan pernah didapat selama seseorang tidak melakukan suatu tindakan. Sedangkan belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menuju suatu perubahan. Dengan demikian dapat dipahami makna hasil belajar merupakan wujud tujuan yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan pada diri individu dalam aktivitas kemandirian hidup. (Djamarah. 1994:1-5). Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. (Sudjana,1991:22)
Sudjana, (1991:56-57) Hasil yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal cenderung menunjukkan hasil yang berciri sebagai berikut:
1. Kepuasaan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsif pada diri siswa. Motivasi intrinsif adalah semangat juang untuk belajar yang tumbuh dan dalam diri siswa itu sendiri, siswa tidak akan mengeluh dengan prestasi yang rendah, dan siswa akan berjuang lebih keras lagi utuk memperbaikinya, sebaliknya, hasil belajar yang baik akan mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang telah dicapainya.
2. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. Artinya siswa tahu kemampuan dirinya dan percaya siapa punya potensi yang tak kalah dari orang lain apabila siswa berusaha sebagaimana harusnya. Siswa juga yakin tidak ada sesuatu yang tidak dapat dicapai bila siswa berusaha sesuai dengan kesanggupannya.
3. Hasil belajar yang dicapainya bermakna bagi diri siswa, seperti makan tahan lama dilihatnya, membentuk perilakunya, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya, kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri serta dapat mengembangkan kreativitas.
4. Hasil belajar diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif), yakni mencakup ranah kognitif, pengetahuan atau wawasan, ranah afektif atau sikap yang apresiasif, serta ranah psikomotorik, ketrampilan atau perilaku. Ranah kognitif terutama adalah hasil yang diperolehnya sedangkan ranah afektifnya dan psikomotorik diperolehnya sebagai efek samping yang tidak dilaksanakan dalam pembelajaran.
5. Keterampilan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan dirinya terutama dalam menerima hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dari usaha belajarnya. Siswa tahu dan sadar bahwa tinggi rendahnya hasil belajar yang dicapaiannya tergantung pada usaha dan motivasi belajar dirinya sendiri.
Matematika sebagai salah satu perluasan dan pendalaman sains merupakan ilmu yang mempelajari tentang fakta, konsep,teori matematika secara sistimatis dan dirumuskan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah dengan melibatkan unsur proses,baik mental maupun fisik sehiungga terbentuk sikap ilmiah yang kritis, obyektif, sistematis, terbuka, tekun, dan jujur, untuk perkembangan dasar pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam mempelajari matematika serta keterkaitannya antara konsep dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
Hasil belajar matematika adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah siswa menerima materi-materi matematika yang cenderung menggunakan aspek kognitifnya yang diukur melalui tes.
Arikunto (2002:26) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah:
a. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor psikologis dan jasmaniah. Yang dikategorikan faktor jasmaniah anatra lain: kelelahan, motivasi. suasana hati dan kebiasaan belajar.
b. Faktor yang berasal dari luar individu (eksternal) dapat diklasifikasikan menjadi dua , yaitu faktor manusia dan manusia, seperti alam, hewan, dan lingkungan fisik.
Berdasarkan pendapat yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa dalam menerima materi yang telah disampaikan dan dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) maupun faktor yang berasal dari luar individu (eksternal).

E. Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada Pokok Bahasan Kelipatan dan Faktor
Langkah-langkah pembelajaran:
Fase-1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Guru menyampaikan indikator, tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Tujuan pembelajaran Siswa dapat:
1. Siswa mampu menemukan kelipatan dan faktor suatu bilangan
2. Siswa mampu Menemukan faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan Persekutuan terkecil (KPK)
Fase-2. Menyajikan informasi
Guru menjelaskan pengertian kelipatan dan faktor suatu bilangan dan memberi contoh.
a. Kelipatan dan Faktor Bilangan
Dalam konsep kelipatan dan faktor dipelajari pengertian dan menentukan kelipatan dan faktor suatu bilangan.
1. Kelipatan suatu bilangan
Kelipatan suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan asli (1, 2, 3,….)
Contoh 1
Kelipatan 2 = 2, 4, 6, 8,…
Contoh 2
Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12,…
2. Faktor suatu bilangan
Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang membagi habis bilangan tersebut, termasuk bilangan itu sendiri atau unsur dari suatu hasil perkalian.
Contoh : Faktor dari 6 adalah = 1, 2, 3, dan 6
b. Kelipatan dan Faktor persekutuan bilangan
1. Kelipatan persekutuan
Bilangan yang merupakan kelipatan dua bilangan atau lebih disebut kelipatan persekutuan dari bilangan tersebut.
Contoh 1
Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3
Kelipatan 2 = 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 26,…
Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27,….
Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah 6, 12, 18, 24,…
Contoh 2
Kelipatan persekutuan dari 4, 6, dan 8
Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56,…
Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, …
Kelipatan 8 = 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64,….
Kelipatan persekutuan dari 4, 6 dan 8 adalah 24, 48,….
2. Faktor persekutuan
Bilangan yang merupakan faktor dari dua bilangan atau lebih disebut faktor persekutuan.
Contoh:
12 buah jeruk dan 18 buah apel akan dimasukan kedalam keranjang dengan banyak setiap jenis buah tersebut adalah sama.
Kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi yaitu:
Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, dan 12
Faktor dari 18 = 1, 2, 3, 6, 9 dan 18
Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6.
c. Bilangan Prima
1. Mengenal Bilangan Prima
Bilangan adalah suatu ide, sifatnya abstrak. Bilangan bukan simbol atau lambang, bilangan memberikan keterangan mengenai benyaknya anggota suatu himpunan. Untuk membedakan bilangan satu dengan yang lainnya diperlukan nama.
Perhatikan bilangan-bilangan berikut ini :
2 = 2 x 1 3 = 3 x 1 5 = 5 x 1
7 = 7 x 1 11 = 11 x 1
Dari perkalian-perkalian diatas terlihat bahwa bilangan 2, 3, 5, 7, dan 11 hanya memiliki dua faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri.
Bilangan yang hanya mempunyai dua faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri disebut bilangan prima. Bilangan 1 tidak termasuk bilangan prima, karena hanya memiliki satu faktor, yaitu satu.
2. Menentukan faktor prima suatu bilangan dengan mengunakan pohon faktor.
Untuk menentukan faktor prima suatu bilangan dapat menggunakan pohon faktor yaitu dengan cara :
a. Bilangan yang akan dicari faktornya dibagi dengan bilangan prima.
b. Bila hasil pembagian tersebut masih bisa dibagi dengan bilangan prima, maka harus dibagi lagi sampai akhirnya berupa bilangan prima.

Contoh:






Gambar 2.1 Pohon Faktor Bilangan Prima
30 = 2 x 3 x 5 24 = 2 x 2 x 2 x 3 = 23 x 3

d. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkeci (KPK).
1. Menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan.
Untuk menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan langkah-langkahnya yaitu:
a. Mencari faktor dan kelipatan dari masing-masing bilangan
b. Mencari faktor persekutuan dan kelipatan persekutuan dari kedua bilangan, maka bilangan paling besar diantara faktor persekutuan merupakan FPB sedangkan bilangan yang paling kecil dari kelipatan persekutuan merupakan KPK dari dua bilangan tersebut.
Contoh:
Menentukan FPB 8 dan 12 dengan membagi benda pada suatu tempat yang jumlahnya sama.
Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, dan 12
Faktor dari 8 = 1, 2, 4, dan 8
Faktor persekutuan dari 12 dan 8 adalah 1, 2, dan 4.
Jadi FPB dari 8 dan 12 adalah 4
Contoh menentukan KPK dari 8 dan 12
Kelipatan 8 = 8, 16, 24, 32, 40, 48,….
Kelipatan 12 = 12, 24, 36, 48,…..
Kelipatan persekutuan dari 8 dan 12 adalah 24, 48,….
Jadi KPK dari 8 dan 12 adalah 24

3. Menentukan KPK dan FPB dengan menggunakan faktor prima
Untuk menentukan KPK dan FPB dengan menggunakan faktor prima menggunakan langkah-langkah:
a. Setiap bilangan diuraikan menjadi perkalian faktor-faktor primanya.
b. KPK dapat ditentukan dari perkalian semua faktor yang ada. Jika ada faktor yang sama pilihlah pangkatnya yang terbesar sedangkan FPB dapat ditentukan dari perkalian semua faktor yang ada. Jika ada faktor yang sama pilihlah yang pangkatnya terkecil.


Contoh:






Gambar 2.2 Gambar Pohon Faktor Menentukan FPB dan KPK
30 = 2 x 3 x 5 24 = 2 x 2 x 2 x 3 = 23 x 3
FPB (24 , 30) = 2 x 3 = 6
KPK (24 , 30) = 23 x 3 x 5 = 120
Fase-3 Penomoran
Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
Fase-4 Mengajukan Pertanyaan/Permasalahan
Guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk dipecahkan bersama dalam kelompok.
Soal:
1. Tentukan bilangan – bilangan kelipatan 6
Fase-5 Berpikir Bersama
Siswa menyatukan pendapatnya terhadap pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban itu.

Fase-6 Menjawab (Evaluasi)
Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
Guru : “Kepala Bernomor 3, selesaikan soal nomor 1 di papan tulis.”
(Jika jumlah kelas ada sebanyak 21 orang siswa dan satu kelompok terdapat 5 orang, maka siswa dengan kepala bernomor 3 ada sebanyak 4 orang. Keempat siswa tersebutlah yang akan menjawab soal nomor 1).
Salah seorang siswa dengan kepala bernomor 3 (anggota kelompok I) mengerjakan soal nomor 1 di papan tulis sebagai berikut:
Kelipatan 6 = 12,18,24…
Demikianlah selanjutnya proses presentase untuk soal no. 2 dan 3.
Guru juga dapat memberikan soal evaluasi (test individual).
Fase-7 Memberikan Penghargaan
Guru memberikan penghargaan. Penentuan penghargaan kelompok dilihat dari skor awal (nilai ulangan sebelumnya).
F. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT
Kita mengetahui bahwa setiap model pembelajaran dan metode pembelajaran manapun pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut ini merupakan kelebihan dan kelemahan pembelajaran kooperatif tipe NHT:
1. Kelebihan
a. Setiap siswa menjadi siap semua.
b. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
c. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
2. Kekurangan
a . Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
b. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
c. Kendala teknis, misalnya masalah tempat duduk kadang sulit atau kurang mendukung diatur kegiatan kelompok.
G. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian pustaka, maka hipotesis tindakan dalam penelittian ini adalah sebagai berikut “Jika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) maka hasil belajar matematika siswa kelas IV MIN Loa Tebu Tenggarong pada pokok bahasan kelipatan dan faktor dapat ditingkatkan”

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Semester I Tahun pembelajaran 2009/2010. Tempat penelitian adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu Tenggarong.
B. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini siswa kelas IV yang berjumlah 21 siswa dipilih dari seluruh kelas IV yang berjumlah 2 kelas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu Tenggarong, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif tipe NHT.
C. Rancangan Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan didalamnya. Seluruh proses telah, di diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan perkembangan
Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang melakukan tindakan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran, dalam penelitian ini prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai.
Adapun alur dalam penelitian tindakan kelas dapat digambarkan sebagai berikut :























Gambar 3.1 Alur dalam Penelitian Tindakan Kelas
Sumber : Tim Pelatihan PGSM 1999

1. Permasalahan
Bersama-sama guru mitra/observer, peneliti sekaligus guru menggali kelemahan yang dimiliki siswa kelas IV tentang kelipatan dan faktor melalui instrumen lembar kerja siswa yang harus dikerjakan oleh seluruh siswa. Selanjutnya peneliti mengadakan diskusi dengan guru mitra tentang hasil kerja siswa awal untuk menentukan rancangan tindakan-tindakan terhadap masalah yang dihadapi siswa dalam materi ini.


2. Perencanaan
Pada tahap perencanaan, peneliti merencanakan kegiatan yang akan dilakukan pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam perencanaan adalah sebagai berikut :
Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran
Membuat skenario
Membuat alat evaluasi
Membuat lembar observasi
3. Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan. Pelaku tindakan adalah peneliti selaku guru, dan yang bertindak sebagai observer adalah teman sejawat sesama guru matematika. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas direncanakan dalam 3 siklus (putaran) yang masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan yaitu petemuan pertama Kelipatan dan faktor bilangan,sedangkan pertemuan kedua adalah tes siklus I, Siklus II terdiri dari 3 pertemuan yaitu pertemuan pertama dan kedua membahas Kelipatan dan faktor persekutuan bilangan , sedangkan pertemuan ketiga diadakan tes siklus II, Siklus III terdiri dari dua pertemuan yaitu pertemuan pertama membahas Bilangan prima, sedangkan pertemuan kedua diadakan tes siklus III dimana waktu masing-masing putaran selama 3 jam pelajaran atau 105 menit.


4. Tahap Observasi
Pada tahap observasi, peneliti sebagai guru pengajar melakukan tindakan dengan menggunakan model pembelajaran tipe NHT dan teman sejawat mengobservasi tindakan yang sedang dilakukan oleh guru dan aktivitas siswa di dalam kelas di lakukan dengan lembar observasi yang telah disiapkan.
5. Refleksi
Kegiatan pada tahap ini adalah peneliti bersama-sama observer mendiskusikan hasil tindakan, dari hasil tersebut peneliti dan guru dapat merefleksikannya dengan melihat data observasi apakah dengan pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan partisipasi siswa. Dan merevisi skonario pembelajaran berikutnya jika pada siklus sebelumnya ada hal-hal yang perlu diperbaiki.
D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan dokumentasi data yaitu :
a. Dokumentasi Nilai adalah data yang dimiliki oleh guru matematika pada nilai ulangan harian matematika sebelumnya. Digunakan sebagai perbandingan dengan hasil tes akhir siklus.
b. Tugas untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa diakhir pembelajaran.
c. Tes Akhir Siklus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar per siklus.
d. Observasi menggunakan tabel pedoman observasi untuk mengetahui tingkat aktivitas siswa dan aktivitas guru pada saat pembelajaran berlangsung.
E. Teknik Analisa Data
Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus dan setiap putaran dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan setiap siklus masing-masing pertemuan dilaksanakan dalam 3 jam mata pelajaran. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan rata-rata, dan presentasi.
1. Rata-rata
Rata-rata digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam satu kelas dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan membandingkan rata-rata skor hasil belajar masing-masing siklus dengan menggunakan rumus:

: Nilai rata –rata hasil belajar siswa pada setiap siklus
: Jumlah nilai seluruh siswa
n : Banyaknya siswa
(Sudjana,1996:67)
Untuk mengetahui hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menganalisis data berupa nilai tugas dan nilai tes pada setiap siklus (tes formatif) menggunakan rumus, nilai rata – rata tugas setiap siklus dijumlahkan dengan dua kali nilai rata – rata tes hasil belajar (nilai tes formatif)
NA =
Keterangan :
NA = Nilai Akhir Setiap Siklus (Depdiknas, 2005 : 29)
NT = Nilai Tugas
NH = Nilai Test Akhir Siklus
Modifikasi Depdiknas 2005 : 29
2. Persentasi
Persentasi digunakan untuk menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dengan menggunakan rumus:
Persentase =
Keterangan :
a. Selisih skor rata-rata prestasi siswa pada dua siklus
b. Skor rata-rata prestasi siswa pada siklus sebelummnya.
Langkah-langkah memberi penghargaan kelompok:
1. Menentukan nilai dasar (awal) masing-masing siswa. Nilai dasar (awal) dapat berupa nilai tes/kuis awal atau menggunakan nilai ulangan sebelumnya.
2. Menentukan nilai tes/kuis yang telah dilaksanakan siswa bekerja dalam kelompok; misal nilai kuis I, nilai kuis II, atau rata-rata nilai kuis I dan kuis II kepada setiap siswa yang telah kita sebut nilai kuis terkini.
3. Menentukan nilai peningkatan hasil belajar yang besarnya ditentukan berdasarkan selisih nilai kuis terkini atau nilai dasar (awal) masing-masing siswa dengan menggunakan kriteria berikut ini:
Tabel 3.2 Perhitungan Skor Perkembangan
KRITERIA NILAI PENINGKATAN
Nilai kuis/tes terkini turun lebih dari 10 poin di bawah nilai awal. 5
Nilai kuis/tes terkini turun 1 sampai dengan 10 poin di bawah nilai awal. 10
Nilai kuis/tes terkini sama dengan nilai awal sampai dengan 10 di atas nilai awal. 20
Nilai kuis/tes terkini lebih dari 10 poin di atas nilai awal. 30
Sumber : Ratumanan (2002)
Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan rata-rata nilai peningkatan yang diperoleh masing-masing kelompok dengan memberikan predikat cukup, baik, sangat baik, dan sempurna
Tabel 3.3 Tingkat Penghargaan Kelompok
Nilai Rata-rata peningkatan kelompok Penghargaan
N<15 Cukup
15 ≤ N < 20 Baik
20 ≤ N < 25 Sangat Baik
N ≥ 25 Sempurna
Sumber : Ratumanan (2002)

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu Tenggarong kelas IV A yang berjumlah 21 Siswa dipilih dari seluruh kelas IV yang berjumlah 2 kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I Tahun Ajaran 2009/2010.
Nilai dasar dalam penelitian ini diperoleh dari nilai tes yang dimiliki oleh guru pada materi sebelumnya. Nilai dasar digunakan sebagai pedoman dasar peningkatan untuk siklus –siklus yang akan dilaksanakan.
Penelitian ini terdiri dari tiga siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pada pertemuan I dan II dilakukan Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Number Head Together). Sedangkan pertemuan III digunakan untuk pemberian tes untuk melihat hasil belajar di setiap siklus dimana hasil itulah yang kemudian dianalisis untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar matematika siswa per siklus. Jika permasalahan belum terselesaikan, maka permasalahan tersebut akan selesaikan pada siklus berikutnya. Nilai hasil belajar matematika diperoleh dari nilai rata–rata tugas dan nilai tes akhir siklus. Setelah itu barulah diperoleh nilai akhir siswa setiap siklus
Adapun data nilai dasar yang diperoleh dari nilai ulangan harian dari materi sub kompetensi yang lalu adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Perbandingan Nilai dasar dan Nilai Akhir Siklus I Siswa MIN Loa Tebu Tenggarong.
Klp No. Nama Siswa Nilai rata-rata Skor Peningkatan Kriteria
ND NT NH NA Nilai Peningkatan
A 1 Septiani 48 50 50 50 2 20 poin Baik
2 Agil 60 53 58 56,33 -3,67 10 poin
3 Nurhidayat 42 54 46 48,67 6,67 20 poin
4 Ade Sanjaya 30 53 40 44,33 14,33 30 poin
RATA-RATA 20
B 1 M. Renaldi 38 54 56 55,33 17,33 30 poin Baik
2 Haryanto 56 46 50 48,67 -7,33 10 poin
3 M. Awal 55 50 56 54 -1 10 poin
4 M. Dhipo 40 20 50 40 0 20 poin
RATA-RATA 17,5
C 1 Olivia 30 52,5 46 48,17 18,17 30 poin Baik
2 M. Ridwan 50 53 56 55 5 20 poin
3 Siendi 55 46 40 42 -13 10 poin
4 Putri 42 26 50 42 0 20 poin
RATA-RATA 20
D 1 Nazwa 42 53 50 51 9 20 poin Sangat Baik
2 Wahyu 44 54 42 46 2 20 poin
3 M. Faisal 32 52,5 46 48,17 16,17 30 poin
4 Indriyani 50 50 58 55,33 5,33 20 poin
RATA-RATA 22,5
E 1 Gandi 58 52,5 60 57,5 -0,5 10 poin Baik
2 Rohid 50 50 50 50 0 20 poin
3 Wulandari 46 53 50 51 5 20 poin
4 Syahfitri 42 52,5 40 44,17 2,17 20 poin
5 Diki Rahman 60 54 60 58 -2 10 poin
RATA-RATA 20
Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Keterangan :
Persentase peningkatan dari nilai dasar ke nilai siklus I adalah :
=7,79 %
Tabel 4.2 Perbandingan Nilai Akhir siklus I dan Nilai Akhir Siklus II Siswa MIN Loa Tebu Tenggarong.
Klp No. Nama Siswa Nilai rata-rata Skor Peningkatan Kriteria
ND NT NH NA Nilai Peningkatan
A 1 Septiani 66,33 68 70 69,33 3 20 poin Baik
2 Agil 55 69 70 69,67 14,67 10 poin
3 Nurhidayat 66,33 67 68 67,67 1,34 20 poin
4 Ade Sanjaya 58 69 54 59 1 30 poin
RATA-RATA 20
B 1 M. Renaldi 66,33 67 68 67,67 1,34 30 poin Baik
2 Haryanto 59,67 71 74 73 13,33 10 poin
3 M. Awal 66,33 68 76 73,33 7 10 poin
4 M. Dhipo 59,67 71 68 69 9,33 20 poin
RATA-RATA 17,5
C 1 Olivia 66 72 70 70,67 4,67 30 poin Baik
2 M. Ridwan 59,67 69 74 72,33 12,66 20 poin
3 Siendi 65 71 62 65 0 10 poin
4 Putri 59,67 71 78 75,67 16 20 poin
RATA-RATA 20
D 1 Nazwa 64,67 69 72 71 6,33 20 poin Sangat Baik
2 Wahyu 59,67 67 68 67,67 8 20 poin
3 M. Faisal 64,67 72 60 64 -0,67 30 poin
4 Indriyani 61 68 78 74,67 13,67 20 poin
RATA-RATA 22,5
E 1 Gandi 64 72 74 73,33 9,33 30 poin Baik
2 Rohid 61 68 78 74,67 13,67 20 poin
3 Wulandari 63,67 69 74 72,33 8,66 20 poin
4 Syahfitri 62 72 68 69,33 7,33 20 poin
5 Diki Rahman 62,33 67 74 71,67 9,34 10 poin
RATA-RATA 20
Sumber : Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Keterangan :
Persentase peningkatan dari nilai siklus I ke nilai siklus II adalah :
=25,38 %
Tabel 4.3 Perbandingan Nilai Akhir siklus II dan Nilai Akhir SiklusIII
Klp No. Nama Siswa Nilai rata-rata Skor Peningkatan Kriteria
ND NT NH NA Nilai Peningkatan
A 1 Septiani 66,33 68 70 69,33 3 20 poin Baik
2 Agil 55 69 70 69,67 14,67 10 poin
3 Nurhidayat 66,33 67 68 67,67 1,34 20 poin
4 Ade Sanjaya 58 69 54 59 1 30 poin
RATA-RATA 20
B 1 M. Renaldi 66,33 67 68 67,67 1,34 30 poin Baik
2 Haryanto 59,67 71 74 73 13,33 10 poin
3 M. Awal 66,33 68 76 73,33 7 10 poin
4 M. Dhipo 59,67 71 68 69 9,33 20 poin
RATA-RATA 17,5
C 1 Olivia 66 72 70 70,67 4,67 30 poin Baik
2 M. Ridwan 59,67 69 74 72,33 12,66 20 poin
3 Siendi 65 71 62 65 0 10 poin
4 Putri 59,67 71 78 75,67 16 20 poin
RATA-RATA 20
D 1 Nazwa 64,67 69 72 71 6,33 20 poin Sangat Baik
2 Wahyu 59,67 67 68 67,67 8 20 poin
3 M. Faisal 64,67 72 60 64 -0,67 30 poin
4 Indriyani 61 68 78 74,67 13,67 20 poin
RATA-RATA 22,5
E 1 Gandi 64 72 74 73,33 9,33 30 poin Baik
2 Rohid 61 68 78 74,67 13,67 20 poin
3 Wulandari 63,67 69 74 72,33 8,66 20 poin
4 Syahfitri 62 72 68 69,33 7,33 20 poin
5 Diki Rahman 62,33 67 74 71,67 9,34 10 poin
RATA-RATA 20
Sumber : Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Keterangan :
Persentase peningkatan dari nilai siklus II ke nilai siklus III adalah :
=12,21 %
Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah hasil observasi, hasil belajar siswa. Hasil penelitian pada setiap siklus dapat diuraikan sebagai berikut :
I. Siklus Pertama
a. Permasalahan
Permasalahan terjadi pada siklus pertama adalah nilai dasar 46.19 berarti belum mencapai nilai ketuntasan belajar dan proses pembelajaran pada model kooperatif tipe NHT, kebanyakan siswa belum memahami betul dalam materi kelipatan dan faktor.
b. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti membuat rencana persiapan pembelajaran skenario pembelajaran, membuat kisi – kisi butir soal, soal tugas dan soal tes yang sesuai dengan materi kelipatan dan faktor, untuk pertemuan, materi yang disajikan kelipatan dan faktor
Pertemuan kedua materi yang disampaikan masih mengenai kelipatan dan faktor,dan pada pertemuan ketiga diadakan tes akhir siklus, Soal tes pada lampiran 13 Hal 78
c. Pelaksanaan Tindakan
Peneliti bertindak sebagai guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan skenario pada lampiran 1 dan rencana persiapan pembelajaran lampiran 2 dan 3.
Selain sesuai dengan skenario pembelajaran dan rencana persiapan pembelajaran yang telah disusun, peneliti juga menjalankan saran – saran teknis mengajar di kelas IV – A yang disarankan oleh wali kelasnya, hal ini dilaksanakan untuk mengadakan perbaikan dalam proses belajar mengajar.
d. Observasi
Observasi terdiri dari aktivitas siswa dan guru. Hasil observasi diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observator.
Berdasarkan observasi oleh teman sejawat, secara umum aktivitas siswa dan aktivitas guru dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini;
Tabel 4.4 Hasil Analisis Data pada Observasi Putaran Pertama
No Aspek Observasi Hasil Pengamatan
Pada Pertemuan Jumlah Rata-
rata Ket.
1 2 3
1 Aktifitas Guru
a. Penyajian Materi
b. Kemampuan menyajikan contoh
c. Kemampuan memotivasi siswa Pembimbingan
d. Pengelolaan kelas
2
2
2
3
2
3
2
3
3
3
2
3
3
3
4
7
7
8
8
9
2.33
2.33
2.67
3.00
3.00
Kurang
Kurang
Cukup
Kurang
Cukup
2 Aktifitas Siswa
a. Perhatian
b. Partisipasi
c. Pemahaman
d. Kerjasama
3
2
2
3
3
2
2
2
3
2
2
3
9
6
6
8
3.00
2.00
2.00
2.67
Cukup
Kurang
Kurang
Kurang
Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong


Hasil observasi aktivitas siswa pada kegiatan belajar rata – rata masih kurang dalam. Perhatian pelajaran, partisipasi, pemahaman terhadap pelajaran kelipatan dan factor dan kerjasama..
Hasil observasi untuk aktivitas guru secara garis besar dinilai kurang. Hal ini dikarenakan guru belum mampu menyajikan materi pelajaran Kelipatan dan Faktor dengan tepat dan jelas dan belum berusaha untuk memotivsai siswa. Kemampuan guru memotivasi siswa dinilai kurang karena guru belum dapat menangani situasi kelas pada waktu belajar. Penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk menjelaskan materi kelipatan dan faktor dinilai masih kurang karena siswa belum memahami soal tes yang diberikan oleh guru. Sedangkan bimbingan guru terhadap siswa dinilai cukup karena dapat melakukan bimbingan siswa yang belum memahami cara melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
e. Analisis Data
Analisis data yang berupa hasil pre tes dan tes belajar yang diberikan kepada siswa pada setiap putaran.
Analisis data digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dari tes yang diberikan untuk setiap putaran.
1. Hasil belajar siswa
Pada siklus pertama diperoleh nilai rata – rata 49,80 diperoleh dari akhir tes pada pertemuan 3. Dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus pertama dinyatakan dengan kriteria kurang.
Tabel 4.5. Nilai Rata – Rata Hasil Belajar Siklus I
Siklus Nilai rata – rata
ND NT NH NA Nilai Peningkatan
I 46.19 49 50.19 49,79 3.60

Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong Untuk data hasil tes responden yang diperoleh setelah akhir proses belajar mengajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan dianalisis dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa dari nilai dasar ke siklus I, dapat diketahui dengan menggunakan rumus.
Persentasi = = = 7.79 %
Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai responden sedikit mengalami peningkatan dari 46.19 menjadi 49.79 terdapat peningkatan sebesar 3.60 poin, dengan presentase peningkatan sebesar 7.79%
Adapun data nilai dasar responden yang diperoleh kemudian diinterpretasikan berdasarkan petunjuk teknis Standar Ketuntasan Belajar mengajar pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu Tenggarong 2009/2010 dan untuk mengetahui ketuntasan belajar dalam pembelajaran tipe NHT (Number Head Together), maka data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan rumus statistic sederhana yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.6 Distribusi Nilai siklus I Siswa
Interval Nilai F P =
Keterangan
1 2 3 4
60 – 100 0 0 % Tuntas
0 – 59.9 21 100 % Belum Tuntas
Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Berdasarkan tabel 4.6 di atas jika disajikan dalam bentuk diagram lingkaran, maka persentase ketuntasan belajar pada nilai dasar siswa adalah sebagai berikut :
0 %



Gambar 4.1 Diagram Persentase ketuntasan Belajar Nilai siklus I Siswa
f. Refleksi
Peneliti bersama guru matematika mendiskusikan hasil proses pembelajaran kelipatan dan faktor, berdasarkan hasil observasi dan hasil tes siklus I untuk menentukan langkah-langkah perbaikan pada siklus berikutnya. Berikut adalah hal – hal yang telah dicapai pada siklus I :
1) Siswa mulai tertarik dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
2) Siswa mulai berani bertanya
Beberapa hal yang menjadi hambatan selama proses pembelajaran.
1) Suasana kelas yang ribut pada saat pembentukan kelompok dan dalam mengatur tempat duduk.
2) Pada saat diskusin kelompok, masih ada beberapa siswa yang tidak bekerja dengan teman kelompoknya sehingga dalam mengerjakan tes akhir siklus tidak dapat mengerjakan soal dengan baik.
3) Nilai rata–rata hasil belajar matematika siswa yang masih tergolong kurang karena nilai tersebut berkisar pada 49,79.
4) Guru pada saat memberikan kesempatan untuk bertanya, siswa masih mempunyai sifat malu untuk bertanya.
Dilihat dari nilai rata –rata tes akhir pada siklus pertama 49,79 maka dilanjutkan siklus kedua, karena nilai yang diperoleh belum mencapai nilai ketuntasan belajar sebesar 60,00.
II. Siklus Kedua
a. Permasalahan
1. Nilai siklus I belum mencapai nilai ketuntasan belajar
2. Proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT masih kurang dipahami oleh siswa
b. Perencanaan
Berdasarkan hasil diskusi pada siklus I peneliti bersama guru matematika mempersiapkan rencana yang akan dilaksanakan pada siklus kedua.
Sama halnya dengan siklus pertama, peneliti menyiapkan skenario pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran, membuat lembaran soal tugas, membuat lembar soal tes akhir dan membuat kunci jawaban, untuk perencanaan siklus kedua materi yang diajarkan adalah faktor persekutuan terbesar pada pertemuan pertama, sedangkan pada pertemuan kedua materi pembelajaran adalah faktor dan bilangan prima, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes akhir pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada lampiran 28 halaman
c. Pelaksanaan tindakan
Secara umum pelaksanaan pembelajaran siklus kedua sama halnya dengan pelaksanaan pembelajaran pada siklus pertama. Pada siklus kedua guru melaksanakan skenario pembelajaran yang dapat dilihat pada lampiran 22 halaman 89 selain berpatokan pada skenario pembelajaran yang telah dibuat, guru juga melaksanakan beberapa tindakan perbaikan yang telah direncanakan.
d. Observasi
Hasil observasi aktivitas siswa pada materi FPB dinyatakan nilai cukup karena seluruh siswa memperhatikan dengan baik penjelasan guru. Keaktifan siswa untuk bertanya apabila kurang jelas dinilai cukup karena ada satu orang siswa yang baru berani bertanya apabila mengalami, pemahaman siswa dikategorikan baik karena terdapat peningkatan yang cukup baik pada nilai akhir siswa, dan sebagian besar responden sudah mulai memiliki pemahaman yang baik terhadap materi pelajaran yang disampaikan.
Hasil observasi untuk aktivitas guru secara garis besar dinilai cukup. Hal ini dikarenakan guru belum mampu menyajikan materi pelajaran Kelipatan dan Faktor dengan tepat dan jelas dan belum berusaha untuk memotivsai siswa. Kemampuan guru memotivasi siswa dinilai kurang karena guru belum dapat menangani situasi kelas pada waktu belajar. Penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk menjelaskan materi kelipatan dan faktor dinilai masih kurang karena siswa belum memahami soal tes yang diberikan oleh guru. Sedangkan bimbingan guru terhadap siswa dinilai cukup karena dapat melakukan bimbingan siswa yang belum memahami cara melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Untuk pengelolaan kelas sudah baik karena guru mampu mengendalikan keadaan dan menyusun aturan bangku tiap kelompok dengan baik dan rapi







Tabel 4.7 Hasil Analisis Data pada Observasi Putaran kedua

No Aspek Observasi Hasil Pengamatan
Pada Pertemuan Jumlah Rata-
Rata Ket.
1 2 3
1 Aktifitas Guru
a. Penyajian Materi
b. Kemampuan menyajikan contoh
c. Kemampuan memotivasi siswa
d. Pembimbingan
e. Pengelolaan kelas
3

3

2


3

4
3

3

3


3

4
3

3

4


3

4
9

9

10


9

12
3.00

3.00

2.67


3.00

4.00
Cukup

Baik

Kurang


Cukup

Baik
2 Aktifitas Siswa
a. Perhatian
b. Partisipasi
c. Pemahaman
d. Kerjasama
3

3

3
3
3

3

3
3
4

3

4
4
10

9

10
10
3.33

3.00

3.33
3.33
Baik

Baik

Baik
Baik
Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
e. Analisa Data
Analisis data yang berupa hasil tes belajar yang diberikan kepada siswa pada setiap putaran. Analisis data digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dari tes yang diberikan untuk setiap putaran
1. Hasil Belajar
Pada siklus kedua diperoleh skor rata – rata nilai tes akhir pertemuan 3 siklus kedua 62.43, dilihat dari hasil belajar dinilai sudah cukup. Nilai rata – rata hasil belajar pada siklus I sebesar 49,79 dijadikan sebagai nilai dasar pada siklus II.
Tabel 4.8. Nilai rata – rata hasil belajar Siklus II

Siklus Nilai rata – rata Nilai Peningkatan
Nilai Siklus I NT NH NA
II 49.79 58.62 64,33 62.43 12.64
Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Untuk data hasil tes responden yang diperoleh setelah akhir proses belajar mengajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan dianalisis dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa dari nilai dasar ke siklus I, dapat diketahui dengan menggunakan rumus.

Persentasi =
Persentasi = = 25.38 %
Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai responden mengalami peningkatan yang signifikan dari 49.79 menjadi 62.43, terdapat peningkatan sebesar 12.64 poin dengan presentase peningkatan sebesar 25.38%
Adapun data nilai dasar responden yang diperoleh kemudian diinterpretasikan berdasarkan petunjuk teknis Standar Ketuntasan Belajar mengajar pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu Tenggarong 2009/2010 dan untuk mengetahui ketuntasan belajar dalam pembelajaran tipe NHT (Number Head Together), maka data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan rumus statistic sederhana yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.9 Distribusi Nilai siklus II
Interval Nilai f P = x 100%
Keterangan
60 – 100 14 66.67 % Tuntas
0 – 59.9 7 33.33 % Belum Tuntas
Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Berdasarkan tabel 4.9 di atas jika disajikan dalam bentuk diagram lingkaran, maka persentase ketuntasan belajar pada nilai dasar siswa adalah sebagai berikut :



Gambar 4.2 Diagram Persentase ketuntasan Belajar Nilai siklus II Siswa
f. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan hasil belajar siklus kedua, terhadap beberapa hal yang telah dicapai dan beberapa kendala yang masih perlu diperbaiki pada siklus berikutnya.
Berikut adalah hal – hal yang telah dicapai pada siklus II yaitu :
1. Siswa mulai mau memberikan pendapat, termotivasi dalam mengerjakan soal – soal latihan.
2. Bimbingan guru kepada seluruh siswa telah dapat dilaksanakan secara merata.
3. Suasana kelas mulai dapat dikontrol oleh guru.
3. Siklus III
a. Permasalahan
1. Rata-rata nilai siswa sudah menunjukkan peningkatan tetapi masih perlu untuk ditingkatkan lagi
2. Proses pembelajaran yang menggunakan Model pembelajaran kooperatif tipe NHT menunjukkan perbaikan tetapi belum mencapai tingkat baik.
b. Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II, peneliti melanjutkan tindakan pada siklus III, untuk memperbaiki pelaksanaan siklus II. Peneliti menyiapkan skenario pembelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang berkaitan dengan operasi pembelajaran yang berkaitan dengan Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dilaksanakan siklus III pertemuan..
Pada tahap perencanaan dilakukan beberapa tindakan perbaikan yaitu dengan memperjelas penyampaian materi Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan pemanfaatan waktu seefisien mungkin agar proses pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan skenario dan rencana persiapan pembelajaran (RPP) yang telah disusun.
c. Pelaksanaan Tindakan
Peneliti bertindak sebagai guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan skenario pada lampiran 3 dan rencana persiapan pembelajaran lampiran
d. Observasi
Observasi terdiri dari aktivitas siswa dan guru. Hasil observasi diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observator.
Berdasarkan observasi oleh teman sejawat, secara umum aktivitas siswa dan aktivitas guru dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No Aspek Observasi Hasil Pengamatan
Pada Pertemuan Jumlah Rata-
rata Ket.
1 2 3
1
Aktifitas Guru
a. Penyajian Materi
b. Kemampuan menyajikan
contoh\
c. Kemampuan memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut
d. Pembimbingan
e. Pengelolaan kelas

3
3



3


4

4

4
4



4


4

4

5
5



4


5

5

12
12



11


13

13

4.00
4.00



3.67


4.33

4.33

Baik
Baik



Baik


Baik

Baik
2
Aktifitas Siswa
a. Perhatian
b. Partisipasi
c. Pemahaman
d. Kerjasama
4

4

4
4
4

5

4
5
5

5

4
5
13

14

12
14
4.33

4.67

4.00
4.67
Baik

Baik

Baik
Baik

Ha
Perhatian

Perhatian siswa terhadap pembelajaran dengan positif dinilai baik, karena seluruh siswa memperhatikan penjelasan guru. Keaktifan siswa utuk bertanya apabila kurang jelas dinilai baik karena seluruh siswa berani bertanya apabila mengalami kesulitan baik mengerjakan soal tugas dan tes akhir.
Kegiatan siswa mendengarkan penjelasan guru dinilai baik karena seluruh siswa tidak melakukan keributan. Kegiatan siswa mencatat penjelasan guru dinilai baik karena siswa ketika guru selesai menjelaskan siswa mempunyai kemauan untuk mencatat materi pelajaran yang belum mengerti.
Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru secara keseluruhan dinilai baik dengan penyajian materi faktor dan kelipatan. Kemajuan memotivasi siswa, pengelolaan kelas, dan pembinaan guru terhadap siswa.
Hal ini menunjukkan bahwa di siklus III terjadi peningkatan aktivitas guru. Sedangkan aktivitas siswa tetap dinilai baik karena siswa sudah mulai terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan. Pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus III mengalami peningkatan yang signifikan, dari rata –rata hasil belajar siklus II sebesar 62.43 menjadi 70,05 pada siklus III dengan kreteria cukup.
e. Analisis Data
Analisis data yang berupa hasil pre tes dan tes belajar yang diberikan kepada siswa pada setiap putaran.
Analisis data digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dari tes yang diberikan untuk setiap putaran.
1. Hasil belajar siswa
Pada siklus kedua diperoleh nilai rata – rata 62.43 diperoleh dari akhir tes dan nilai tugas pada pertemuan 1,2 dan 3. Dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus kedua dinyatakan dengan kriteria cukup
Tabel 4.11 Nilai Rata – Rata Hasil Belajar Siklus III
Siklus Nilai rata – rata Nilai Peningkatan
Siklus II NT NH NA
I 62.43 69.38 70.38 70.05 7.62

Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Untuk data hasil tes responden yang diperoleh setelah akhir proses belajar mengajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan dianalisis dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa dari nilai siklus II ke siklus III, dapat diketahui dengan menggunakan rumus.
Persentasi = = = 12.21 %
Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai responden mengalami peningkatan dari 62.43 menjadi 70.05, terdapat peningkatan sebesar 7.62 poin. Dengan presentase peningkatan sebesar 12.21%
Adapun data nilai siklus III responden yang diperoleh kemudian analisis untuk mengetahui ketuntasan belajar dalam pembelajaran tipe NHT (Number Head Together), maka data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan rumus statistic sederhana yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.


Tabel 4.12 Distribusi Nilai siklus III
Interval Nilai f P = x
Keterangan
60 – 100 20 95 % Tuntas
0 – 59.9 1 5 % Belum Tuntas

Sumber : Hasil Penelitian,2009 MIN Loa Tebu Tenggarong
Berdasarkan tabel 4.12 di atas jika disajikan dalam bentuk diagram lingkaran, maka persentase ketuntasan belajar pada nilai dasar siswa adalah sebagai berikut:





Gambar 4.3 Diagram Persentase ketuntasan Belajar Nilai siklus III Siswa

f. Refleksi
Pada siklus I nilai rata – rata hasil belajar matematika 49,79 nilai dasar 46.19 dengan kreteria kurang. Pada siklus dua nilai rata–rata hasil belajar matematika siswa meningkat 25.38% dari siklus satu . Kemudian pada siklus III nilai akhir hasil belajar sebesar 70.05 dengan kreteria baik. Kemudian pada observasi dengan menggunakan pedoman observasi menunjukkan bahwa aktivitas menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan guru dari siklus pertama sampai dengan siklus ketiga mengalami peningkatan/pada siklus pertama, aktivitas guru dinilai kurang dan aktivitas siswa kurang. Hal ini krena peneliti yang bertindak sebagai guru dan siswa masih menyesuaikan diri dengan materi pembelajaran factor dan kelipatan
Pada siklus kedua aktivitas guru dinilai cukup, demikian pula aktivitas siswa dinilai cukup. Pada siklus ketiga aktivitas guru mengalami peningkatan dengan nilai baik, sedangkan aktivititas siswa dinilai baik. Terjadinya peningkatan aktivtias guru dan aktivitas siswa yang semakin baik menggambarkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan mengalami peningkatan dan dilaksanakan untuk terus mengadakan perbaikan sehingga pembelajaran yang diterapkan dapat meningkatkan kerja sama siswa yang pada akhirnya akan berdampak positif pada nilai hasil belajar matematika siswa.
Dilihat dari nilai hasil belajar pada siklus III sebesar 70.05 dengan kreteria cukup, dan hasil analisis ketuntasan mencapai 95% maka pelaksanaan pembelajaran pada siklus III tidak dilanjutkan karena nilai yang diperoleh sudah mencapai nilai ketuntasan belajar sebesar 60,00.
B. Pembahasan
Pembelajaran kooperatif tipe NHT diawali dengan memperkenalkan tipe belajar pada siswa, kemudian dilanjutkan dengan mengelompokkan siswa ke dalam kelompok belajar kecil yang beranggotakan 3 hingga 5 orang. Pembentukan kelompok ini dengan memperhatikan penyebaran nilai ulangan harian pada kompetensi/sub kompetensi sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan nomor kepada setiap siswa sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda. Setelah dibentuk kelompok guru menyampaikan informasi singkat mengenai materi yang akan dipelajari. Tiap-tiap kelompok akan diberikan beberapa pertanyaan yang ada dalam lembar kerja siswa dan pertanyaan dapat bervariasi, dan yang bersifat spesifik hingga yang bersifat umum mengenai materi yang akan dipelajari.
Para siswa dalam tiap kelompok berdiskusi dan berfikir bersama untuk menjawab pertanyaan dan meyakinkan tiap anggotanya mengetahui jawaban tersebut. Dalam kegiatan ini guru memberikan bimbingan dan juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengajukan pertanyaan jika masih ada yang belum dipahami pada lembar kerja siswa. Disini penulis menemukan masalah karena sebagian siswa masih kurang bisa` berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lain, sehingga alokasi waktu yang diberikan menjadi tidak terpenuhi dan sepertinya siswa masih terbiasa dengan pemberian materi seluruhnya dan belum terbiasa mencari sendiri dalam melengkapi informasi yang diberikan. Namun pada pertemuan selanjutnya siswa sudah dapat berinteraksi dan berdiskusi dengan baik sehingga penulis hanya sedikit memberikan bimbingan dan mengamati aktivitas siswa dalam pembelajaran dan alokasi waktu pun dapat tercapai dengan baik.
Setelah diskusi kelompok selesai saatnya untuk mengetahui jawaban dan pertanyaan yang ada dalam lembar kerja siswa, penulis meminta jawaban pertanyaan dari tiap-tiap siswa dengan cara menyebut satu nomor dari nomor yang ada dari siswa, dan setiap kelompok yang memiliki nomor yang sama seperti yang telah disebutkan mengangkat tangan, dan siswa tersebut menyiapkan jawaban yang telah diperoleh untuk disampaikan kepada seluruh siswa. Dan kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi sesuai dengan nomor siswa yang diitunjuk penulis. Setelah pemberian jawaban selesai guru memastikan kembali apakah semua siswa telah mengetahui jawaban yang sebenarnya.serta memberikan validasi dan penghargaan kepada tiap kelompok atas hasil kerjanya. Pada kegiatan terakhir penulis bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan penulis memberikan tugas untuk kegiatan dirumah dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. Pada saat proses belajar mengajar berlangsung, observer yaitu teman sejawat penulis yang juga sama-sama guru matematika melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas siswa dapat dikatakan efektif karena dapat dilihat dari hasil pengamatan yang dituliskan dalam lembar observasi yang diamati pada saat proses pembelajaran di kelas.
Berikut ini aktivitas siswa dan kondisi siswa saat berlangsungnya kegiatan belajar mangajar pada pembelajaran kooperatif tipe NHT
Siklus I
Dari hasil observasi pada siklus pertama, proses belajar mengajar terlihat masih amburadul. Hanya sebagian kecil dari siswa yang aktif dalam kelompoknya masing-masing. Baik itu perhatian, antusias, aktif dalam diskusi, aktif dalam mengajukan pendapat/ide serta menghargai pendapat orang lain. Adapun kondisi siswa pada saat proses belajar-mengajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT ini adalah sebagai berikut.
1. Kondisi kelas pada saat guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Pada siklus pertama saat menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, keadaan kelas kurang terkendali dan siswa masih belum mengerti tentang metode pembelajaran yang akan disampaikan. Siswa-siswi terlihat serius dan semangat memperhatikan guru di depan karena sebagian besar penasaran dengan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT yang diberikan. Guru terlihat berusaha agar siswa mau mengerti dan termotivasi dengan pembelajaran yang diberikan. Hal ini bertujuan memberikan pengaruh kepada siswa dan membantu siswa tentang bagaimana bekerjasama dengan orang lain dan saling memberikan kesempatan untuk saling belajar.
2. Kondisi kelas saat guru menyajikan Informasi.
Pada saat guru menyampaikan informasi, siswa-siswi terlihat serius. Keadaan kelas tetap kondusif, guru menyampaikan informasi verbal secara jelas dan untuk memenuhi waktu yang tersedia maka materi yang disampaikan kepada siswa tidak secara rinci namun garis-garis besarnya saja, sehingga siswa-siswi sendirilah yang mengembangkan materi yang dipelajari tersebut dan jika memang belum paham baru dibahas bersama-sama, selain menyampaikan materi guru juga memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana cara mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) atau panduan belajar siswa. Keantusiasan siswa terlihat pada saat guru mengajukan pertanyaan terhadap apa yang belum dipahami, pada fase ini terdapat kendala yang dialami baik siswa maupun guru, karena sebagian besar siswa belum memahami pelaksanaan pembelajaran tipe NHT.
3. Kondisi kelas pada saat guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar/diskusi.
Pada waktu guru mengorganisasikan siswa pada kelompok belajar, keadaan kelas mulai terjadi kegaduhan, hal ini disebabkan peralihan dimana 21 siswa berpindah ke tempat-tempat kecil. Di sini guru juga mendapat kendala, yaitu ada sebagian siswa kebingungan, karena siswa tersebut kurang memperhatikan penjelasan guru tentang pembagian kelompok yang telah ditetapkan. Guru sudah mempersiapkan jumlah anggota kelompok beserta nama-nama kelompoknya. Dari 21 siswa yang ada guru membagi masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang sehingga jumlah kelompok sebanyak 5 kelompok. Setelah itu guru memberi nomor pada tiap siswa, sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda.
4. Kondisi kelas pada saat siswa bekerja dalam kelompok diskusi dalam kelompok
Pada saat siswa bekerja dalam kelompok, siswa –siswi terlihat serius dan aktif dalam mengerjakan lembar kerja siswa pada kelompok masing-masing, walaupun ada sebagian siswa masih kurang aktif. Sehingga guru tetap membimbing dan mengawasi jalannya diskusi sambil mengisi lembar observasi siswa. Ketika guru membimbing kelompok bekerja dan belajar, guru membantu siswa yang kurang jelas dengan prosedur LKS. Tetapi dalam membimbing kelompok bekerja dan belajar, guru tidak ikut campur tangan terlalu banyak, karena dapat mengganggu siswa berkreasi dan mengurangi frekuensi siswa dalam bekerja. Dalam hal ini siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk bekerja dengan inisiatif masing-masing, guru hanya mengarahkan agar terbentuk kerjasama kelompok, serta mengingatkan siswa mengenai waktu pelaksanaan agar pembelajaran dapat berjalan optimal.
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada jam terakhir pelajaran membuat sebagian siswa tidak semangat lagi untuk belajar dan berdiskusi, serta terlihat lelah. Dalam hal ini guru berusaha untuk menghidupkan suasana, salah satunya dengan memberikan humor disela-sela diskusi dan mengaitkan materi dalam kehidupan sehari-hari.
5. Kondisi kelas saat guru mengevaluasi
Sebelum evaluasi berlangsung guru harus mengkondisikan kelas terlebih dahulu. Kemudian guru menanyakan hasil kerja masing-masing kelompok dengan cara menyebut satu nomor dari sebuah kelompok, dan siswa dengan nomor tersebut mangangkat tangan dan mempresentasikan jawaban dari salah satu pertanyaan yang diberikan dan ditanggapi oleh kelompok lain, guru bertindak sebagai moderator sekaligus narasumber.
6. Kondisi kelas pada saat guru memberikan penghargaan
Guru memberikan penghargaan berdasarkan penilaian tersendiri kepada kelompok yang berhasil bekerja sama antar anggota kelompoknya dan dalam menjawab pertanyaan LKS. Pada saat penghargaan diberikan kepada siswa, siswa menjadi gaduh, hal ini dikarenakan tepuk tangan dan teriakan para siswa yang begitu antusias, sehingga memberi semangat dan memotivasi siswa untuk dapat saling bekerjasama dengan anggota kelompoknya dan siswa merasa sangat dihargai atas hasil kerjasama mereka. Setelah pembelajaran selesai, untuk mengetahui apakah masing-masing siswa telah berhasil dalam belajar kelompok dan sudah menguasai soal-soal LKS serta materi yang dipelajari, maka pada pertemuan ke III penulis mengadakan evaluasi secara individual sehingga diperoleh data hasil tes.
Siklus II
Dari hasil observasi pada siklus kedua, proses belajar mengajar sudah agak lebih baik dan terarah. Beberap siswa terlihat mulai aktif dalam kelompoknya masing-masing. Baik itu perhatian, antusias, aktif dalam diskusi, aktif dalam mengajukan pendapat/ide serta menghargai pendapat orang lain. Walaupun ada diantara mereka yang terlihat masih malu-malu dalam menyampaikan pendapatnya.
Adapun kondisi siswa pada saat proses belajar-mengajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT ini adalah sebagai berikut.
1. Kondisi kelas pada saat guru menyampaikan tujuan dan motivasi siswa
Pada siklus kedua ini saat guru menyampaikan tujuan dan motivasi siswa, keadaan kelas terkendali dan beberapa siswa terlihat antusias. Beberapa siswa-siswi terlihat serius dan semangat memperhatikan guru di depan kelas. Keberhasilan guru memotivasi siswa dapat dilihat saat guru memberikan pertanyaan, beberapa siswa-siswi terlihat aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
2. Kondisi kelas saat guru menyajikan informasi
Pada saat guru memberikan informasi, para siswa mendengarkan secara serius dan kelas dapat dikendalikan dengan baik oleh guru, guru menyampaikan materi pelajaran secara singkat, jelas dan terarah. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi informasi dan cara dalam menyelesaikan soal-soal latihan yang diberikan kepada teman sekelompoknya. Terlihat dengan jelas keantusiasan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan, siswa dengan cepat merespon dan saling berlomba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Pada fase ini tidak terdapat kendala yang berarti karena sebagian besar siswa sudah mulai memahami pelaksanaan pembelajaran tipe NHT.
3. Kondisi kelas pada saat guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar/diskusi.
Pada siklus kedua ini pengorganisasian berjalan lancar dan terkendali, siswa dengan tertib bergabung ke dalam kelompok masing-masing sesuai dengan nomor yang telah ditentukan oleh guru, hal ini disebabkan siswa sudah faham dan sudah mulai terbiasa dengan model pembelajaran NHT
4. Kondisi kelas pada saat siswa bekerja dalam kelompok diskusi dalam kelompok.
Pada fase ini, siswa-siswi terlihat serius dan aktif dalam mengerjakan lembar kerja siswa pada kelompok masing-masing, siswa terlihat saling bekerja sama antar sesama kelompok dalam memecahkan soal, di sini setiap siswa diberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk memberikan ide dan pendapat, juga terlibat dalam diskusi. Sesekali Guru memberikan bimbingan kepada para siswa agar tidak keluar dari permasalahan atau soal yang diberikan. Diskusi kelompok berjalan dengan lebih baik dari siklus sebelumnya, hal ini disebabkan setiap siswa merasa bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya masing-masing.
5. Kondisi kelas saat guru mengevaluasi
Pada saat guru akan mengevaluasi terjadi sedikit keributan kecil karena ada dua siswa yang terlibat percecokan mulut namun suasana kelas dapat ditenangkan oleh guru, setelah suasana kelas kembali kondusif barulah guru menanyakan hasil kerja masing-masing kelompok dengan cara menyebut satu nomor dari sebuah kelompok dan siswa dengan nomor tersebut mengangkat tangan dan mempresentasikan jawaban dari salah satu pertanyaan yang diberikan dan ditanggapi oleh kelompok lain, guru bertindak sebagai moderator sekaligus narasumber.
6. Kondisi kelas pada saat guru memberikan penghargaan
Pada saat penghargaan diberikan kepada siswa, seluruh kelas menjadi lebih bersemangat dan ramai, dikarenakan tepuk tangan dan teriakan para siswa yang begitu antusias, sehingga memberi semangat dan motivasi siswa untuk dapat lebih saling bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing demi keberhasilan bersama
Siklus III
Dari hasil observasi pada siklus ketiga, proses belajar mengajar sudah semakin lebih baik dan terarah. Siswa mulai aktif dalam kelompoknya masing-masing. Baik itu perhatian, antusias, aktif dalam diskusi, aktif dalam mengajukan pendapat/ide serta menghargai pendapat orang lain.
Adapun kondisi siswa pada saat proses belajar-mengajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe NHT ini adalah sebagai berikut.
1. Kondisi kelas pada saat guru menyampaikan tujuan dan motivasi siswa
Pada siklus ketiga ini saat guru menyampaikan tujuan dan motivasi siswa, keadaan kelas terkendali dan siswa antusias. Siswa-siswi terlihat serius dan semangat memperhatikan guru di depan kelas. Keberhasilan guru memotivasi siswa dapat dilihat saat guru memberikan pertanyaan, siswa-siswi terlihat aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru.
2. Kondisi kelas saat guru menyajikan informasi
Pada saat guru memberikan informasi, para siswa mendengarkan secara serius dan kelas dapat dikendalikan dengan baik oleh guru, guru menyampaikan materi pelajaran secara singkat, jelas dan terarah. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi informasi dan cara dalam menyelesaikan soal-soal latihan yang diberikan kepada teman sekelompoknya. Terlihat dengan jelas keantusiasan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan, siswa dengan cepat merespon dan saling berlomba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Pada fase ini tidak terdapat kendala yang berarti karena sebagian besar siswa sudah memahami pelaksanaan pembelajaran tipe NHT karena pembelajaran ini mudah dipahami oleh para siswa.
3. Kondisi kelas pada saat guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar/diskusi.
4. Pada waktu guru mengorganisasikan siswa kepada kelompok belajar pada siklus ketiga ini pengorganisasian berjalan lancar dan terkendali, siswa dengan tertib masuk ke dalam kelompok masing-masing sesuai dengan nomor yang telah ditentukan oleh guru, karena siswa sudah mulai terbiasa dengan model pembelajaran NHT
5. Kondisi kelas pada saat siswa bekerja dalam kelompok diskusi dalam kelompok.
Pada saat siswa bekerja dalam kelompok, siswa-siswi terlihat serius dan aktif dalam mengerjakan lembar kerja siswa pada kelompok masing-masing, siswa terlihat saling bekerjasama antar sesame kelompok dalam memecahkan soal, siswa boleh memberikan jawaban dari berbagai literatur yang dibawa, dan di sini setiap siswa diberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk memberikan ide dan pendapat, juga terlibat dalam diskusi. Walaupun begitu guru tetap selalu membimbing para siswa agar tidak keluar dari permasalahan atau soal yang diberikan. Diskusi kelompok berjalan dengan lebih baik dari siklus sebelumnya, hal ini disebabkan setiap siswa merasa bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya masing-masing.
6. Kondisi kelas saat guru mengevaluasi
Sebelum evaluasi berlangsung guru harus mengkondisikan kelas terlebih dahulu, di sini kondisi kelas cukup kondusif, kemudian guru menanyakan hasil kerja masing-masing kelompok dengan cara menyebut satu nomor dari sebuah kelompok dan siswa dengan nomor tersebut mengangkat tangan dan mempresentasikan jawaban dari salah satu pertanyaan yang diberikan dan ditanggapi oleh kelompok lain, guru bertindak sebagai moderator sekaligus narasumber.
7. Kondisi kelas pada saat guru memberikan penghargaan
Pada siklus ketiga ini hampir sama dengan siklus kedua, dimana pada saat penghargaan diberikan kepada siswa, seluruh kelas menjadi lebih bersemangat dan ramai, dikarenakan tepuk tangan dan teriakan para siswa yang begitu antusias, sehingga memberi semangat dan motivasi siswa untuk dapat lebih saling bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing demi keberhasilan bersama
Analisis data yang dilakukan penulis, menunjukkan bahwa persentase belajar tuntas yang dicapai pada siklus I hanya sebesar 0 % dan sebanyak 100 % atau 21 orang siswa belum tuntas. Sedangkan setelah menggunakan pembelajaran NHT (Number Head Together) pada siklus kedua sebanyak 14 orang siswa atau 66,67 % yang tuntas dalam belajarnya dan sebanyak 7 orang atau 33.33 % yang belum tuntas dalam belajar. Dan pada siklus ketiga sebanyak 20 orang atau 95 % telah tuntas belajar, dan 1 orang atau 5 % yang belum tuntas dalam belajarnya
Mengacu pada kriteria hasil persentase maka dari persentase di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dapat menerima pelajaran dengan baik sekali dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT pada pokok bahasan Kelipatan dan faktor, dari analisis data yang dilakukan ternyata melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan nilai rata-rata siswa. Aktivitas siswa dan dapat menciptakan belajar tuntas. Karena jika dilihat nilai rata-rata dasar siswa sebesar 46.19 meningkat menjadi 70.05 setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. peningkatan pada setiap siklus dikarenakan siswa dapat beradaptasi dengan baik pada pembelajaran kooperatif tipe NHT yang diterapkan, oleh karena itu dalam pembelajaran matematika hendaknya dapat diterapkan pembelajaran tipe NHT. Karena selain pembelajaran lebih menarik, juga seluruh siswa belajar lebih aktif, kreatif dan mandiri.















Gambar 4.4 Grafik peningkatan hasil belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu Tenggarong dengan pembelajaraan kooperatif tipe NHT.
Setiap kelompok akan belajar untuk menyampaikan materi, sehingga konsep akan dapat diingat lebih lama, sementara siswa kelompok bawah bebas bertanya dengan teman dan berdiskusi dalam kelompok tanpa ada perasaan malu, sebab, dalam kelompok biasanya siswa akan merasa terbebani jika harus bertanya kepada guru, sehingga guru hanya sedikit membantu dalam membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi.






BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: Terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu nilai rata-rata siswa meningkat dari 46,19 (nilai dasar) menjadi 49,79 pada siklus I, terdapat peningkatan 3,60 poin dengan presentase peningkatan 7,79%, adapun peningkatan dari sikus I ke siklus II adalah 49,79 menjadi 62,43, terdapat peningkatan 12,64 poin dengan presentase peningkatan sebesar 25,38%. Sementara peningkatan hasil belajar dari siklus II ke siklus III adalah dari 62,43 menjadi 70,05 terdapat peningkatan sebesar 7,62 poin dengan presentase peningkatan sebesar 12,21%.
B. Saran
1. Guru sebaiknya lebih banyak menerapkan tipe-tipe belajar mengajar yang baru kepada siswa contohnya NHT, agar siswa memilki ketertarikan terhadap materi-materi pelajaran matematika
2. Selama proses belajar mengajar berlangsung hendaknya terjadi komunikasi yang baik dan terbuka antara siswa dan guru, sehingga semua permasalahan belajar yang berkaitan dengan daya serap dan penguasaan materi dalam pembelajaran di sekolah dapat di atasi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah dan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hudoyo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Malang: IKIP Malang.
Hamalik, O. 2003. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.

Lestari, S. 2006. Kumpulan Rumus Matematika. Tanggerang: PT Kawan
Pustaka.

Mulyana,A.Z. 2003. Rahasia Matematika. Surabaya: Edutama Mulia.

Muslich, M. 2009. Melaksanakan PTK itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.
Pribadi, B.A.2009. Model Disain Sistim Pembelajaran.Jakarta: Dian Rakyat.
Sanjaya, W. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.

Simanjuntak. 1992. Metode Mengajar Matematika. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sudjana. 2002. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sudjana, N. dan Rivai, A. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Suriasumantri, J.S. 2007. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Tim Bina Karya Guru. 2007. Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas
V. Jakarta: Erlangga.

Uno,H. 2009. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.




Lampiran 1.
Skenario Pembelajaran Siklus I Pertemuan I
1. Guru memasuki ruang kelas tempat diadakannya peneliti setelah bel masuk berbunyi.
2. Guru membuka pelajaran dengan Salam, kemudian meminta salah satu siswa memimpin berdoa kemudian guru menanyakan siswa yang tidak hadir pada saat itu kepada salah satu siswa.
3. Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian kelipatan dan faktor bilangan
4. Guru memberikan penjelasan tentang pembelajaran NHT :
a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
b. Setiap kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa
c. Setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda
d. Setiap anggota kelompok memiliki tugas dan kewajiban dalam menjawab soal sesuai nomor yang diberikan.
5. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
6. Guru membagikan lembaran soal untuk dikerjakan secara berkelompok
7. Guru bersama siswa membahas soal tes tentang kelipatan suatu bilangan.
8. Guru memberikan tugas pekerjaan rumah.
9. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.



Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I Pertemuan I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/.Semester : IV/I
Pertemuan : I ( Satu )


A. Standar Kompetensi
Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan
C. Indikator
Mengenal faktor dan kelipatan suatu bilangan
D. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat mengenal faktor dan kelipatan suatu bilangan
E. Materi Ajar
1. Faktor bilangan
2. Kelipatan bilangan
F. Alokasi Waktu
3 x 35 Menit ( I x Pertemuan )
G. Strategi dan Metode Pengajaran
1. Strategi Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together).
2. Metode : Diskusi kelompok,Ceramah, Tanya jawab




H. Langkah-Langkah Pembelajaran.
No Kegiatan Pembelajaran Metode Waktu
1. Kegiatan Awal
- Absensi siswa
- Motivasi Ceramah
2’
3’
2 Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan metode yang akan dipakai
- Guru menjelaskan kelipatan dan faktor dengan contoh
- Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberi nomor pada masing-masing siswa sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda
- Meminta siswa bersama-sama dengan kelompoknya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan dan pada saat siswa mengerjakan soal, guru memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
- Membagi LKS dan membimbing siswa dlam menjawab pertanyaan di LKS dan menyakinkan tiap-tiap siswa mengetahui jawaban tersebut
- Guru menyebut 1 nomor dan para siswa dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk nomor soal yang ditunjuk dan ditanggapi oleh kelompok lain
- Guru memastikan semua kelompok mengetahui jawaban yang benar
- Memberi penghargaan kepada kelompok yang kerjanya kompak dan bagus
Ceramah



Pendekatan Struktural NHT



















Tanya jawab
Diskusi
5 ‘

20’

5’



35









25
3 Kegiatan Akhir
a) Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b) Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai PR dn dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

5’


5’
105 Menit

I. Penilaian
1. Penilaian Kognitif ( Tes individu )
2. Penilaian Afektif ( Aktivitas siswa )
J. Alat dan sumber belajar: Buku Matematika kelas IV Penerbit Erlangga KTSP 2006.














Lampiran 3
Lembar Kerja Siswa ( LKS )
Siklus I
Nama :
Kelas :
Mata Pelajaran :
Isilah Titik –titik dibawah ini !
1) Bilangan-bilangan kelipatan 2 adalah 2, 4, . . ., . . . , . . ., . . . .
2) Bilangan-bilangan kelipatan 6 adalah 6, 12 . . ., . . . , . . ., . . . .
3) Bilangan-bilangan kelipatan 12 adalah 12, 24, . . ., . . . , . . ., . . . .
4) Bilangan-bilangan kelipatan 15 adalah 15, 30, . . ., . . . , . . ., . . . .
5) Bilangan-bilangan kelipatan 20 adalah , . . . , . . . , . . . , . . . .
6) 15 = . . . x . . .
15 = . . . x . . .
Faktor dari 15 adalah . . . .
7) 18 = . . . x . . .
18 = . . . x . . .
Faktor dari 18 adalah . . . .
8) 30 = . . . x . . .
30 = . . . x . . .
30 = . . . x . . .
Jadi faktor dari 30 adalah . . . .
9) 35 = . . . x . . .
35 = . . . x . . .
Faktor dari 35 adalah . . . .
10) 20 = . . . x . . .
20 = . . . x . . .
Jadi faktor dari 20 adalah . . .
Kunci jawaban
No. Langkah –langkah Skor
1. Bilangan-bilangan kelipatan 2 adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12
10
2. Bilangan-bilangan kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36
10
3. Bilangan-bilangan kelipatan 12 adalah 12, 24, 36, 48, 60, 72
10
4. Bilangan-bilangan kelipatan 15 adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90
10
5. Bilangan-bilangan kelipatan 20 adalah 40,60,80,100 10
6. 15 = 3 x 5
15 = 1 x 15
Faktor dari 15 adalah 1, 3, 5 dan 15 10
7. 18 = 1 x 18
18 = 2 x 9
18 = 3 x 6
Faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, dan 18 10
8. 30 = 1 x 30
30 = 2 x 15
30 = 3 x 10
30 = 5 x 6
Jadi faktor dari 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30 10
9. 35 = 1 x 35
35 = 5 x 7
Faktor dari 35 adalah 1, 5, 7 dan 35
10
10. 20 = 1 x 20
20 = 2 x 10
20 = 4 x 5
Faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20
10
TOTAL SKOR 100








Lampiran 4
KISI KISI BUTIR SOAL MATEMATIKA
SIKLUS I PERTEMUAN I
Sekolah : MIN Loa Tebu
Kelas / semester : IV / I
Waktu : 3 x 35 menit
No Standar kompetensi Materi Pokok Indikator Aspek Bobot Soal No Soal
Kompetensi dasar
1. 2.1 Mendeskripsikan
konsep faktor dan kelipatan
Faktor dan Kelipatan Mengenal faktor dan kelipatan suatu bilangan
- . Pemahaman dan ingatan 10
10
10
10
10
10
10
10
10
10 1
2
3
4
5
6
7
8
9
10












Lampiran 5

HASIL TUGAS 1 SIKLUS I
NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
50
58
50
40
50
50
40
50
50
58
50
50
58
-
50
50
40
50
58
50
50


Jumlah :21 1002
(rata – rata)
47,71








Lampiran 6 Skenario Pembelajaran Siklus I Pertemuan II

Pertemuan II

1. Guru mewakili ruang kelas tempat diadakannya penelitian setelah bel masuk berbunyi.
2. Guru membuka pelajaran dengan salam, kemudian meminta salah satu siswa memimpin berdoa kemudian guru menanyakan siswa yang tidak hadir hari ini.
3. Guru menginformasikan kepada siswa mengenai nilai yang diperoleh pada pertemuan sebelumnya.
4. Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian kelipatan suatu bilangan
5. Guru memberikan penjelasan tentang pembelajaran NHT :
a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
b. Setiap kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa
c. Setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda
d. Setiap anggota kelompok memiliki tugas dan kewajiban dalam menjawab soal sesuai nomor yang diberikan.
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
7. Guru membagikan lembaran soal untuk dikerjakan secara berkelompok
8. Guru bersama siswa membahas soal tes tentang kelipatan suatu bilangan.
9. Guru memberikan tugas pekerjaan rumah.
10. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.





Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I Pertemuan II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/.Semester : IV/I
Pertemuan : Kedua



A. Standar Kompetensi
Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Menentukan kelipatan dan faktor suatu bilangan
C. Indikator
1. Menentukan faktor suatu bilangan
2. Menentukan kelipatan suatu bilangan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menentukan faktor suatu bilangan
2. Siswa dapat menentukan kelipatan suatu bilangan
E. Materi Ajar
1. Faktor bilangan
2. Kelipatan bilangan
F. Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit ( I x Pertemuan )
G. Strategi dan Metode Pengajaran
- Strategi Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together).
- Metode : Diskusi kelompok,Ceramah, Tanya jawab


H. Langkah Pembelajaran.
No Kegiatan Pembelajaran Metode Waktu
1. Kegiatan Awal
- Absensi siswa
- Motivasi Ceramah
2’
3’
2 Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan metode yang akan dipakai
- Guru menjelaskan cara menentukan kelipatan dan faktor suatu bilangan dengan contoh
- Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberi nomor pada masing-masing siswa sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda
- Meminta siswa bersama-sama dengan kelompoknya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan dan pada saat siswa mengerjakan soal, guru memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
- Membagi LKS dan membimbing siswa dalam menjawab pertanyaan di LKS dan menyakinkan tiap-tiap siswa mengetahui jawaban tersebut
- Guru menyebut 1 nomor dan para siswa dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk nomor soal yang ditunjuk dan ditanggapi oleh kelompok lain
- Guru memastikan semua kelompok mengetahui jawaban yang benar
- Memberi penghargaan kepada kelompok yang kerjanya kompak dan bagus
Ceramah



Pendekatan Struktural NHT





















Tanya jawab
Diskusi



5‘
20



5’
35







25






3 Kegiatan Akhir
a) Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b) Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai PR dn dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

5’


5’
105 Menit

I. Penilaian
1. Penilaian Kognitif ( Tes individu )
2. Penilaian Afektif ( Aktivitas siswa )
J. Alat dan sumber belajar: Buku Matematika SD,Penerbit Erlangga KTSP 2006.
Mengetahui
Kepala MIN Loa Tebu




Drs. Kamarudin, M.M
Nip : 19661231 199603 1 013
Guru Kelas / Mata Pelajaran
Peneliti



Bunayah
Nim : 06.60335.19862.05














Lampiran 8
Lembar Kerja Siswa ( LKS)
SIKLUS I PERTEMUAN II
Nama :
Kelas :
Mata Pelajaran :
e. Soal Latihan
Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan di bawah ini !
1) 5 dan 6
2) 7 dan 6
Tentukan faktor persekutuan dari bilangan di bawah ini !
3) 10 dan 20
No. Langkah-langkah Skor
1. Kelipatan persekutuan dari
5 = 10, 15, 20, 25, 30, 35…
6= 12, 18, 24, 30, 36…
Jadi kelipatan persekutuan dari 5 dan 6 adalah 30 20
2. Kelipatan persekutuan dari
7 = 14, 21, 28, 35, 42, 29, 56…
6= 12, 18, 24, 30, 36, 42…
Jadi kelipatan persekutuan dari 7 dan 6 adalah 42 20
3. Faktor persekutuan dari
10 = 1, 2, 5, 10.
20 = 1, 2, 4, 5, 10, 20.
Jadi , Faktor persekutuan dari 10 dan 20 adalah = 1, 2, 5, 10 20
4. Faktor persekutuan dari 15 dan 30
15 = 1, 3, 5, 15.
30 = 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30.
Jadi faktor persekutuan dari 15 dan 30 adalah= 1,3, 5, 15 20
5. Faktor persekutuan dari 24 dan 64
24 = 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24.
64 = 1, 2, 4, 6, 8, 16, 32, 64.
Jadi faktor persekutuan dari 24 dan 64 adalah= 1, 2, 4, 6, 8 20
TOTAL SKOR 100
4) 15 dan 30
5) 24 dan 64
Jawaban Soal siklus I pertemuan II


Lampiran 9


KISI KISI BUTIR SOAL MATEMATIKA

SIKLUS I PERTEMUAN II



Sekolah : MIN Loa Tebu
Kelas / Semester : IV / I
Waktu : 3 x 35 menit

No Standar kompetensi Materi Pokok Indikator Aspek Bobot soal No Soal
Kompetensi Dasar
2. 2.2 Menentukan kelipatan dan faktor suatu bilangan
Kelipatan dan faktor. 1. Menentukan faktor suatu bilangan
2. Menentukan kelipatan suatu bilangan
Pemahaman dan ingatan. 20
20
20
20
20

1
2
3
4
5










Lampiran 10

NILAI TUGAS 2 SIKLUS I

NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
. AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
56
50
55
52
50
50
-
55
50
56
56
50
55
52
50
50
52
55
50
56
56

Jumlah : 21 1056
(rata – rata)
50,29











Lampiran 11
Lembar Kerja Siswa ( LKS)
Siklus I
Nama :
Kelas :
Mata Pelajaran :
Soal
Isilah titik –titik dibawah ini!
1. Bilangan – bilangan kelipatan 7 adalah …, …, …, …
2. Bilangan kelipatan 3 yang kurang dari 30 adalah . . . .. .
3. Faktor persekutuan yang paling besar dari 25 dan 35 adalah ….
4. Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 yang kurang dari 40 adalah . . . .

Jawaban soal tes siklus 1

No. Langkah-langkah Skor
1. Bilangan kelipatan 7 adalah :
7 = 14, 21, 28, 35. 25
2. Kelipatan 3 yang kurang dari 30 adalah
3 = 3 ,6,12,15,18,21,24,27. 25
3. Faktor persekutuan terbesar dari 25 dan 35 adalah:
Faktor dari 25 = 1, 5 , 25
Faktor dari 35 = 1, 5, 7, 35
Jadi, FPB dari 25 dan 35 adalah 5 25
4. Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 yang kurang dari 40 adalah
Kelipatan 4= 8, 12, 16 , 20, 24, 28, 32, 36.
Kelipatan 6=12, 18, 24, 30, 36.
Jadi kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 yang kurang dari 40 adalah, 12, 24, 36 25
TOTAL SKOR 100





Lampiran 12

NILAI TES AKHIR SIKLUS I

NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.


AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
58
60
60
50
58
56
50
46
56
56
50
46
46
50
50
50
40
40
42
50
40
Jumlah : 1054
(rata – rata)
50.19







Lampiran 13
Skenario Pembelajaran Siklus II Pertemuan I
Pertemuan I.
1. Guru mewakili ruang kelas tempat diadakannya penelitian setelah bel masuk berbunyi.
2. Guru membuka pelajaran dengan salam, kemudian meminta salah satu siswa memimpin berdoa kemudian guru menanyakan siswa yang tidak hadir hari ini.
3. Guru menginformasikan kepada siswa mengenai nilai yang diperoleh pada pertemuan sebelumnya.
4. Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian kelipatan persekutuan terkecil (KPK)
5. Guru memberikan penjelasan tentang pembelajaran NHT :
a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
bSetiap kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa
c.Setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda
e. Setiap anggota kelompok memiliki tugas dan kewajiban dalam menjawab soal sesuai nomor yang diberikan.
7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
8. Guru membagikan lembaran soal untuk dikerjakan secara berkelompok
9. Guru bersama siswa membahas soal tes tentang kelipatan suatu bilangan.
10. Guru memberikan tugas pekerjaan rumah.
11. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam.
Lampiran 14.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II Pertemuan I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/.Semester : IV/I
Pertemuan : I (Satu)

A. Standar Kompetensi
Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Menentukan kelipatan persekutuan terkecil ( KPK ) dan faktor persekutuan terbesar
C. Indikator
1. Menentukan kelipatan persekutuan terkecil ( KPK )
2. Menentukan faktor persekutuan terbesar ( FPB )
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menentukan Kelipatan persekutuan terkecil ( KPK )
2. Siswa dapat menentukan Faktor persekutuan terbesar ( FPB )
E. Materi Ajar
1. Faktor bilangan
2. Kelipatan bilangan
F. Alokasi Waktu
3 x 35 Menit ( I X Pertemuan )
G. Strategi dan Metode Pengajaran
- Strategi Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together).
- Metode : Diskusi kelompok,Ceramah, Tanya jawab
H. Langkah- langkah Pembelajaran.
No Kegiatan Pembelajaran Metode Waktu

1. Kegiatan Awal
- Absensi siswa
- Motivasi Ceramah
2’
3’
2 Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan metode yang akan dipakai
- Guru menjelaskan cara menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK)
- Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberi nomor pada masing-masing siswa sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda
- Meminta siswa bersama-sama dengan kelompoknya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan dan pada saat siswa mengerjakan soal, guru memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
- Membagi LKS dan membimbing siswa dalam menjawab pertanyaan di LKS dan menyakinkan tiap-tiap siswa mengetahui jawaban tersebut
- Guru menyebut 1 nomor dan para siswa dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk nomor soal yang ditunjuk dan ditanggapi oleh kelompok lain
- Guru memastikan semua kelompok mengetahui jawaban yang benar
- Memberi penghargaan kepada kelompok yang kerjanya kompak dan bagus
Ceramah



Pendekatan Struktural NHT



















Tanya jawab
Diskusi
5‘

20





35







25








5’
10’
3 Kegiatan Akhir
a) Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b) Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai PR dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya
5’


5’
105 Menit

I. Penilaian
1.Penilaian Kognitif ( Tes individu )
2.Penilaian Afektif ( Aktivitas siswa )
J. Alat dan sumber belajar: Buku Matematika SD kelas IV,penerbit Erlangga KTSP 2006
Mengetahui
Kepala MIN Loa Tebu




Drs. Kamarudin, M.M
Nip : 19661231 199603 1 013
Guru Kelas / Mata Pelajaran
Peneliti



Bunayah,
Nim : 06.60335.19862.05

















Lampiran 15
Lembar Kerja Siswa ( LKS) siklus II Pertemuan I
Nama :
Kelas :
Mata pelajaran ;
Soal
Selesaikan soal dibawah ini!
Tentukan FPB dari 2 bilangan di bawah ini !
1) 18 dan 30
2) 50 dan 26
Tentukan FPB dari 3 bilangan di bawah ini !
3) 8, 16 dan 24
4) 10, 15, dan 20
No. Langkah-langkah Skor
1. Faktor persekutuan terbesar dari 18 dan 30
18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18.
30 = 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30.
Jadi, faktor persekutuan terbesar dari 18 dn 30 adalah 6 25
2. Faktor persekutuan terbesar dari 26 dan 50
26 = 1, 2, 13, 26.
50 = 1, 2, 5, 10, 25, 50.
Jadi, faktor persekutuan terbesar dari 26 dan 50 adalah 2 25
3. Faktor persekutuan terbesar dari 8, 16 dan 24
8 = 1, 2, 4, 8.
16 = 1, 2, 4, 8, 16
24 = 1, 2, 3, 8, 12, 24.
Jadi,faktor persekutuan terbesar dari 8, 16 dan 24 adalah 8 25
4. Faktor persekutuan terbesar dari 10, 15 dan 20
10 = 1, 2, 5 ,10.
15 = 1, 3, 5, 15.
20 = 1, 2, 4, 5, 10, 20.
Jadi faktor peresekutuan terbesar dari 10, 15 dan 20 adalah 5 25
TOTAL SKOR 100


Lampiran 16


KISI KISI BUTIR SOAL MATEMATIKA

SIKLUS II PERTEMUAN I



No Standar Kompetensi Materi
pokok Indikator Aspek Bobot Soal Nomor Soal
Kompetensi Dasar
1. 2.3Menentukan kelipatan persekutuan terkecil ( KPK ) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) FPB dan KPK 1. Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK )
2. Menentukan faktor persekutuan terbesar (FPB ) Pemahaman dan Ingatan 25


25


25


25
1


2


3


4








Lampiran 17


HASIL TUGAS I SIKLUS II
NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
50
48
48
50
56
56
50
48
48
50
50
48
48
50
56
56
50
48
48
50
50
Jumlah : 21 1058
(rata – rata)
50,38








Lampiran 18

Skenario Pembelajaran Siklus II Pertemuan II

1. Guru mewakili ruang kelas tempat diadakannya penelitian setelah bel masuk berbunyi.
2. Guru membuka pelajaran dengan salam, kemudian meminta salah satu siswa memimpin berdoa kemudian guru menanyakan siswa yang tidak hadir hari ini.
3. Guru menginformasikan kepada siswa mengenai nilai yang diperoleh pada pertemuan sebelumnya.
4. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya.
5. Guru memberikan penjelasan tentang cara mengenal bilangan prima menurut sifatnya .
5. Guru memberikan penjelasan tentang pembelajaran yang akan digunakan :
a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
b Setiap kelompok beranggotakan 4 – 5 siswa
c. Setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda
d. Setiap anggota kelompok memiliki tugas dan kewajiban dalam menjawab
soal sesuai nomor yang diberikan.
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
7. Guru membagikan lembaran soal untuk dikerjakan secara berkelompok
8. Guru bersama siswa membahas soal tes tentang kelipatan suatu bilangan.
9. Guru memberikan tugas pekerjaan rumah.
10. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya.
11. Guru mengadakan tes secara kelompok setelah penyampaian materi pembelajaran dengan metode pembelajaran NHT
12. Guru membahas soal yang telah diberikan.
13. Guru menutup pelajaran dengan salam.
















Lampiran 19.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II Pertemuan II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/.Semester : IV/I
Pertemuan : 3 x 35 menit

A. Standar Kompetensi
Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Menentukan kelipatan persekutuan terkecil ( KPK ) dan faktor persekutuan terbesar (FPB)
C. Indikator
1. Mengenal bilangan prima menurut sifatnya
2. Memberi contoh bilangan prima dan bukan bilangan prima
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat Mengenal bilangan prima menurut sifatnya
2. Siswa dapat member contoh bilangan prima dan bukan bilangan prima
E. Materi Ajar
1. Faktor bilangan
2. Kelipatan bilangan
F. Alokasi Waktu
3 x 35 Menit
G. Strategi dan Metode Pengajaran
1) Strategi Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together).
2) Metode : Diskusi kelompok,Ceramah, Tanya jawab

H. Langkah Pembelajaran.
No Kegiatan Pembelajaran Metode Waktu
1. Kegiatan Awal
A. Absensi siswa
B. Motivasi Ceramah
2’
3’
2 Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan metode yang akan dipakai
- Guru menjelaskan pengertian bilangan prima dan cara menentukan mana bilangan prima dan mana yang bukan bilangan prima
- Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan member nomor pada masing-masing siswa sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda
- Meminta siswa bersama-sama dengan kelompoknya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan dan pada saat siswa mengerjakan soal, guru memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
- Membagi LKS dan membimbing siswa dalam menjawab pertanyaan di LKS dan menyakinkan tiap-tiap siswa mengetahui jawaban tersebut
- Guru menyebut 1 nomor dan para siswa dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk nomor soal yang ditunjuk dan ditanggapi oleh kelompok lain
- Guru memastikan semua kelompok mengetahui jawaban yang benar
- Memberi penghargaan kepada kelompok yang kerjanya kompak dan bagus
Ceramah



Pendekatan Struktural NHT





















Tanya jawab
Diskusi
10 ‘

25’

20’






20’














5’
10’
3 Kegiatan Akhir
a) Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b) Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai PR dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

5’


5’
105 Menit
I. Penilaian
1. Penilaian Kognitif ( Tes individu )
2. Penilaian Afektif ( Aktivitas siswa )
J. Alat dan sumber belajar : Buku matematika SD, Penerbit Erlangga KTSP 2006.

Mengetahui
Kepala MIN Loa Tebu




Drs. Kamarudin, M.M
Nip : 19661231 199603 1 013
Guru Kelas / Mata Pelajaran
Peneliti



Bunayah,
Nim : 06.60335.19862.05











Lampiran 20
Lembar Kerja Siswa ( LKS)
Tugas Siklus II
Nama :
Kelas :
Mata pelajaran :
Soal
Lengkapilah tabel berikut ini !
No Bilangan Faktor Banyak Faktor Bil. Prima
1 3 1, 3 2 ya
2 6
3 7
4 12
5 13
6 18
7 19
8 25
9 29
10 33

Kunci jawaban
No Bilangan Faktor Banyak Faktor Bil. Prima Skor
1 3 1, 3 2 ya 10
2 6 1,2,3,6 4 Tidak 10
3 7 1, 7 2 Ya 10
4 12 1,2,3,4,6,12 6 Tidak 10
5 13 1, 13 2 Ya 10
6 18 1, 2, 3, 6, 9,18 6 Tidak 10
7 19 1, 19 2 Ya 10
8 25 1, 5, 25 3 Tidak 10
9 29 1, 29 2 Ya 10
10 33 1,3,11,33 4 Tidak 10
TOTAL SKOR 100



Lampiran 21
KISI KISI BUTIR SOAL MATEMATIKA
SIKLUS II PERTEMUAN II

No Standar Kompetensi Materi Pokok Indikator Aspek Bobot Soal Nomor Soal
Kompetensi Dasar
4. 2.3 Menentukan kelipatan persekutuan terkecil ( KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB)
FPB dan KPK. 1. Mengenal bilangan prima menurut sifatnya
2. Memberi contoh bilangan prima dan bukan bilangan prima
Pemahaman dan ingatan 10
10
10
10
10
10
10
10
10
10 1
2
3
4
5
6
7
8
9
10








Lampiran 22

NILAI TUGAS II SIKLUS II

NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA 60
70
68
68
70
70
68
68
70
60
60
70
68
68
70
70
68
68
70
60
60

Jumlah : 21 1404
(rata – rata)
66,86











Lampiran 23
Lembar Kerja Siswa ( LKS)
Soal tes Siklus II
Nama :
Kelas :
Mata pelajaran :
Isilah titik-itik dibawah Ini !
1. Faktor persekutuan terbesar dari 18 dan 24 adalah ….
2. Faktor prima dari 36 adalah ….
3. Bilangan prima antara 42 dan 70 adalah ….
4. KPK dari 16 dan 24 adalah …
5. KPK dari 4, 5 dan 6 adalah
Kunci Jawaban

No. Langkah-langkah Skor
1. Faktor persekutuan terbesar dari 18 dan 24
18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18
24 = 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24 20
Jadi faktor persekutuan terbesar dari 18 dan 24 adalah 6
2 Faktor dari 36 = 1, 2, 3, 4, 9, 10, 12 dan 36 20
Jadi faktor prima dari 36 adalah 2 dan 3
3 Bilangan prima antara 42 dan 70 adalah

43, 47, 59, 61
20
4 KPK dari 16 dan 24
16 = 16, 32, 48, 64 20
24 = 24, 48
Jadi KPK dari 16 dan 24 adalah 48

1. KPK dari 4,5, dan 6
4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56, 60 20
5 = 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60
6 = 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60
Jadi KPK dari 4, 5 dan 6 adalah 60


TOTAL SKOR 100




Lampiran 24



NILAI HASIL TES AKHIR SIKLUS II

NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA 55
64
60
60
60
68
60
68
70
70
68
70
70
60
60
68
68
64
60
68
60
Jumlah : 21 1351
(rata – rata)
64.33








Lampiran 25
Skenario Pembelajaran Siklus III Pertemuan I
Pertemuan I.
1. Guru mewakili ruang kelas tempat diadakannya penelitian setelah bel masuk berbunyi.
2. Guru membuka pelajaran dengan salam, kemudian meminta salah satu siswa memimpin berdoa kemudian guru menanyakan siswa yang tidak hadir hari ini.
3. Guru menginformasikan kepada siswa mengenai nilai yang diperoleh pada pertemuan sebelumnya.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu setelah proses pembelajaran siswa diharapkan
5. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya.
6. Guru memberikan penjelasan tentang cara mengerjakan faktor suatu bilangan
7. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya.
8. Guru mengadakan tes secara kelompok setelah penyampaian materi pembelajaran dengan metode NHT
9. Guru membahas soal yang telah diberikan.
10. Guru menutup pelajaran dengan salam.


Lampiran 26

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus III Pertemuan I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/.Semester : IV/I
Pertemuan : 3 x 35 menit

A. Standar Kompetensi
Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB
C. Indikator
1. Menggunakan FPB untuk meringkas pecahan
2. Menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menggunakan FPB untuk meringkas pecahan
2. Siswa dapat menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut
E. Materi Ajar
1. Faktor bilangan dan kelipatan bilangan
2. Pecahan
F. Alokasi Waktu
3 x 35 Menit
G. Strategi dan Metode Pengajaran
1) Strategi Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together).
2) Metode : Diskusi kelompok,Ceramah, Tanya jawab

H. Langkah Pembelajaran.
No Kegiatan Pembelajaran Metode Waktu
1. Kegiatan Awal
-Absensi siswa
-Motivasi
2 Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan metode yang akan dipakai
- Guru menjelaskan cara menyederhanakan pecahan menggunakan FPB dan cara menyamakan penyebut dengan menggunakan KPK
- Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan member nomor pada masing-masing siswa sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda
- Meminta siswa bersama-sama dengan kelompoknya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan dan pada saat siswa mengerjakan soal, guru memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
- Membagi LKS dan membimbing siswa dalam menjawab pertanyaan di LKS dan menyakinkan tiap-tiap siswa mengetahui jawaban tersebut
- Guru menyebut 1 nomor dan para siswa dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk nomor soal yang ditunjuk dan ditanggapi oleh kelompok lain
- Guru memastikan semua kelompok mengetahui jawaban yang benar
- Memberi penghargaan kepada kelompok yang kerjanya kompak dan bagus
Ceramah



Pendekatan Struktural NHT





















Tanya jawab
Diskusi
10 ‘


25’



20’






20’











5’
10’
3 Kegiatan Akhir
a) Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b) Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai PR dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

5’


5’
105 Menit

I. Penilaian
1.Penilaian Kognitif ( Tes individu )
2.Penilaian Afektif ( Aktivitas siswa )
J. Alat dan sumber belajar
Sumber belajar:Buku matematika Kelas IV SD,penerbit Erlangg KTSP 2006
Mengetahui
Kepala MIN Loa Tebu




Drs. Kamarudin, M.M
Nip : 19661231 199603 1 013
Guru Kelas / Mata Pelajaran
Peneliti



Bunayah
Nim : 06.60335.19862.05









Lampiran 27

Lembar Kerja Siswa ( LKS)
Siklus III Pertemuan I
Nama :
Kelas :
Mata pelajaran :
\
Isilah titik-titik dibawah ini!
1) Rian membersihkan kandang ayam setiap 3 hari. Ayahnya membersihkan genteng setiap 7 hari. Pada tanggal 3 Januari Rian dan Ayahnya membersihkan kandang dan genteng bersama-sama kapan mereka membersihkan kandang dan genteng bersama-sama lagi?
2) Eno berenang setiap 4 hari sekali. Edi berenang setiap 5 hari sekali. Pada tanggal 1 Januari mereka berenang bersama-sama. Mereka akan berenang bersama-sama lagi pada tanggal……..
3) Bilangan-bilangan prima yang lebih dari 50 tetapi kurang dari 80 adalah………..
4) Budi membeli 16 mangga dan 24 jambu. Budi akan memberikan mangga dan jambu kepada beberapa tetangga dengan jumlah yang sama.Banyak tetangga yang diberi buah tersebut adalah………….










Kunci Jawaban
No. Langkah-langkah Skor
1. Kpk dari 3 dan 7
3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27. . .
7 = 7, 14, 21, 28, 35. . .
Jadi, mereka akan membersihkan kandang dan genteng 21 hari yang akan datang,kalau tanggal 3 januari mereka bersama-sama membersihkan kandang dan genteng, maka 21 hari lagi tepatnya tanggal 24 januari.




25

2 KPK dari 4 dan 5
4= 4,8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36…
5= 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40. . . 25
KPK dari 4 dan 5 adalah 20
Jadi , 20 hari lagi mereka akan berenang bersama-sama lagi, tepatnya tanggal 1 + 20 = 21 Januari.
3 Bilangan prima yang lebih dari 50 tetapi kurang dari 80 adalah

53, 59, 61, 71, 75, 79. 25
4 FPB dari 16 dan 24
16 = 1, 2, 4, 8, 16 25
24 = 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24.
FPB dari 16 dan 24 adalah 4
Jadi,Budi dapat memberi jambu dan mangga kepada 8 orang Tetangganya.
1. TOTAL SKOR 100



Lampiran 28

KISI KISI BUTIR SOAL MATEMATIKA
SIKLUS III PERTEMUAN I

No Standar Kompetensi Materi Pokok Indikator Aspek Bobot Soal No Soal
Kompetensi Dasar
5.











2.4Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB FPB dan KPK 1. Memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK
Pemahaman dan ingatan 25


25


25


25
1


2


3


4











Lampiran 29

NILAI TUGAS 1 SIKLUS III

NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
68
64
68
68
64
64
68
68
64
68
68
64
68
68
64
64
68
68
64
68
68
Jumlah : 21 1396
(rata – rata)
66.48








Lampiran 30
Pertemuan II.
1. Guru mewakili ruang kelas tempat diadakannya penelitian setelah bel masuk berbunyi.
2. Guru membuka pelajaran dengan salam, kemudian meminta salah satu siswa memimpin berdoa kemudian guru menanyakan siswa yang tidak hadir hari ini.
3. Guru menginformasikan kepada siswa mengenai nilai yang diperoleh pada pertemuan sebelumnya.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu setelah proses pembelajaran siswa diharapkan
5. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari siswa sebelumnya.
6. Guru memberikan penjelasan tentang cara mengerjakan faktor suatu bilangan
7. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya.
8. Guru mengadakan tes secara kelompok setelah penyampaian materi pembelajaran dengan metode pembelajaran NHT.
9. Guru membahas soal yang telah diberikan.
10. Guru menutup pelajaran dengan salam.




Lampiran 31 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus III Pertemuan II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Negeri Loa Tebu
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/.Semester : IV/I
Pertemuan : Kedua

A. Standar Kompetensi
Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB
C. Indikator
1. Memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK
E. Materi Ajar
Faktor bilangan dan kelipatan bilangan
F. Alokasi Waktu
3 x 35 Menit ( I x Pertemuan )
G. Strategi dan Metode Pengajaran
1) Strategi Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together).
2) Metode : Diskusi kelompok,Ceramah, Tanya jawab





H. Langkah Pembelajaran.
No Kegiatan Pembelajaran Metode Waktu
1. Kegiatan Awal
A. Absensi siswa
B. Motivasi Ceramah
2’
3’
2 Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan metode yang akan dipakai
- Guru menjelaskan cara memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK
- Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan member nomor pada masing-masing siswa sehingga tiap siswa dalam kelompok memiliki nomor yang berbeda
- Meminta siswa bersama-sama dengan kelompoknya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan dan pada saat siswa mengerjakan soal, guru memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
- Membagi LKS dan membimbing siswa dalam menjawab pertanyaan di LKS dan menyakinkan tiap-tiap siswa mengetahui jawaban tersebut
- Guru menyebut 1 nomor dan para siswa dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk nomor soal yang ditunjuk dan ditanggapi oleh kelompok lain
- Guru memastikan semua kelompok mengetahui jawaban yang benar
- Memberi penghargaan kepada kelompok yang kerjanya kompak dan bagus
Ceramah



Pendekatan Struktural NHT





















Tanya jawab
Diskusi
5’

35’






30’






20’













3 Kegiatan Akhir
a) Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b) Guru memberikan tugas kepada siswa sebagai PR dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

5’


5’
105 Menit
I. Penilaian
1. Penilaian Kognitif ( Tes individu )
2. Penilaian Afektif ( Aktivitas siswa )
J. Alat dan sumber belajar
Sumber belajar: Matematika SD kelas IV,Penerbit Erlangga KTSP 2006
Mengetahui
Kepala MIN Loa Tebu



Drs. Kamarudin, M.M
Nip : 19661231 199603 1 013
Guru Kelas / Mata Pelajaran
Peneliti

Bunayah,
Nim : 06.60335.19862.05


















Lampiran 32
Lembar Kerja Siswa ( LKS)
Siklus III


Nama :
Kelas :
Mata Pelajaran :

Isilah titik-titik dibawah ini !
1) Nana membeli 24 coklat dan 36 permen. Nana akan membungkus dan membagikan permen dan coklat tersebut kepada teman-temannya sama banyak. Berapa bungkusan yang dapat dibuat oleh Nana ? berapakah banyak coklat dan permen pada setiap bungkus
2) Susi membeli manic-manik merah 16 butir, hijau 24 butir, dan putih 32 butir. Susi akan membuat kalung dari manic-manik tersebut dengan kombinasi warna. Berapa kalung yang dapat dibuat jika jumlah manic-manik pada setiap kalung sama? Berapa jumlah masing-masing warna pada setiap kalung?
No. Langkah-langkah Skor
1. FPB dari 24 dan 36 adalah 12,
Jadi, Nana dapat membuat bungkusan sebanyak 12 bungkusan.
Isi setiap bungkusan adalah :
Coklat = 24 : 12 = 2 buah
Permen = 32 : 12 = 3 buah


50
2 FPB dari 16, 24 dan 32 adalah 8
Jadi, Susi dapat membuat kalung sebanyak 8 kalung
Isi manic-manik setiap kalung adalah :
Manik Merah 16 : 8 = 2 butir
Manik Hijau 24 : 8 = 3 butir
Manik putih 32 : 8 = 4 butir 50
TOTAL SKOR 100




Lampiran 33

KISI – KISI BUTIR SOAL MATEMATIKA
SIKLUS III PERTEMUAN II

No Standar Kompetensi Materi pokok Indikator Aspek Bobot soal Nomor soal
Kompetensi dasar
6 2.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

FPB dan KPK
2. Memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK
Pemahaman dan ingatan 20
20
20
20
20
1
2
3
4
5













Lampiran 34


NILAI TUGAS II SIKLUS III

NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
70
70
76
74
72
72
74
76
70
70
70
70
76
74
72
72
74
76
70
70
70











Lampiran 35
Lembar Kerja Siswa ( LKS)
Siklus III
Nama :
Kelas :
Mata pelajaran :
Isilah titik-titik dibawah ini !
1) Saat pesta ulang tahun, Bastian menyediakan wafer 75 buah, permen 25 buah, dan coklat 50 buah. Ketiganya akan dibungkus dan diberikan kepada teman-temannya yang hadir pada saat pesta. Berapa bungkusan yang dibuat oleh Bastian? Berapakah masing-masing wafer, permen dan coklat pada setiap bungkusan
2) Wawan membeli 36 tangkai bunga mawar merah dengan harga RP 7.000,00. Bunga mawar putih 24 tangkai dengan harga RP 3.000,00. Wawan merangkai bunga mawar merah dan putih dengan cara mengikatnya kemudian dijual RP 1.500,00/ikat.
a. Berapa ikat bunga yang dapat dirangkai?
b. Berapa modal Wawan?
C. Berapa keuntungan Wawan jika semua bunga terjual?
Jawaban Soal Tes Siklus III
No. Langkah-langkah Skor
1. Bastian dapat membuat bungkusan sebanyak 25 bungkus
Isi bungkusan adalah :
Wafer = 75 : 25 = 3
Permen = 25 : 25 = 1
Coklat = 50 : 25 = 2 50
Wawan dapat merangkai 12 ikat bunga
Modal Wawan adalah 7000 + 3000 = 10.000
Keuntungan Wawan adalah : harga jual – modal = 12 x 1.500 – 10.000 =
18.000 – 10.000 = 8.000
TOTAL SKOR 100








Lampiran 36

Nilai Akhir Siklus III


NO NAMA SISWA NILAI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
. AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
70
70
76
74
72
72
74
76
70
70
70
70
76
74
72
72
74
76
70
70
70
Jumlah : 36 1.478
(rata – rata)
70.38









Lampiran 37
Rekapitulasi hasil belajar seluruh siswa setiap siklus
No. Nama Siswa Nilai Siklus I SP Nilai Siklus II SP
ND NT1 NT2 NT NH NA NA-ND NS I NT1 NT2 NT NH NA NA-NS I
1 Agil 60 50 56 53 58 56.3 -3.67 10 56.3 50 60 50 55 55 -1.33 10
2 Diki Rahman 60 58 50 54 60 58 -2 10 58 48 70 48 64 62.3 4.33 20
3 Gandi 58 50 55 52.5 60 57.5 -0.5 10 57.5 48 68 48 60 64 6.5 20
4 Haryanto 56 40 52 46 50 48.7 -7.33 10 48.7 50 68 50 60 59.7 11 30
5 Indriyani 50 50 50 50 58 55.3 5.33 20 55.3 56 70 56 60 61 5.67 20
6 M. Awal 55 50 50 50 56 54 -1 10 54 56 70 56 68 66.3 12.33 30
7 M. Dhipo 40 40 - 20 50 40 0 20 40 50 68 50 60 59.7 19.67 30
8 M. Faisal 32 50 55 52.5 46 48.2 16.17 30 48.2 48 68 48 68 64.7 16.5 30
9 M. Renaldi 38 50 50 54 56 55.3 17.33 30 55.3 48 70 48 70 66.3 11 30
10 M. Ridwan 50 58 56 53 56 55 5 20 55 50 60 50 70 59.7 4.67 20
11 Nazwa 42 50 56 53 50 51 9 20 51 50 60 50 68 64.7 13.67 30
12 Nurhidayat 42 50 50 54 46 48.7 6.67 20 48.7 48 70 48 70 66.3 17.66 30
13 Olivia 30 58 55 52.5 46 48.2 18.17 30 48.2 48 68 48 70 66 17.83 30
14 Putri 42 - 52 26 50 42 0 20 42 50 68 50 60 59.7 17.67 30
15 Rohid 50 50 50 50 50 50 0 20 50 56 70 56 60 61 11 30
16 Septiani 48 50 50 50 50 50 2 20 50 56 70 56 68 66.3 16.33 30
17 Siendi 55 40 52 46 40 42 -13 10 42 50 68 50 68 65 23 30
18 Syahfitri 42 50 55 52.5 40 44.2 2.17 20 44.2 48 68 48 64 62 17.83 30
19 Wahyu 44 58 50 54 42 46 2 20 46 48 70 48 60 59.7 13.67 30
20 Wulandari 46 50 56 53 50 51 5 20 51 50 60 50 68 63.7 12.67 30
21 Ade Sanjaya 30 50 56 53 40 44.3 14.33 30 44.3 50 60 50 60 58 13.67 30
Jumlah 970 1002 1056 1029 1054 1046 75 1046 1058 1404 1058 1351 1311 265
Rata-rata 46.19 50.10 52.80 49.00 50.19 49.79 3.60 49.79 50.38 66.86 50.38 64.33 62.43 12.64












No. Nama Siswa Nilai Siklus III SP
NS II NT1 NT2 NT NH NA NA-NS II
1 Agil 55 68 70 69 70 69.7 14.67 10
2 Diki Rahman 62.3 64 70 67 74 71.7 9.34 10
3 Gandi 64 68 76 72 74 73.3 9.33 30
4 Haryanto 59.7 68 74 71 74 73 13.33 10
5 Indriyani 61 64 72 68 78 74.7 13.67 20
6 M. Awal 66.3 64 72 68 76 73.3 7 10
7 M. Dhipo 59.7 68 74 71 68 69 9.33 20
8 M. Faisal 64.7 68 76 72 60 64 -0.67 30
9 M. Renaldi 66.3 64 70 67 68 67.7 1.34 30
10 M. Ridwan 59.7 68 70 69 74 72.3 12.66 20
11 Nazwa 64.7 68 70 69 72 71 6.33 20
12 Nurhidayat 66.3 64 70 67 68 67.7 1.34 20
13 Olivia 66 68 76 72 70 70.7 4.67 30
14 Putri 59.7 68 74 71 78 75.7 16 20
15 Rohid 61 64 72 68 78 74.7 13.67 20
16 Septiani 66.3 64 72 68 70 69.3 3 20
17 Siendi 65 68 74 71 62 65 0 10
18 Syahfitri 62 68 76 72 68 69.3 7.33 20
19 Wahyu 59.7 64 70 67 68 67.7 8 20
20 Wulandari 63.7 68 70 69 74 72.3 8.66 20
21 Ade Sanjaya 58 68 70 69 54 59 1 30
Jumlah 1311 1396 1518 1457 1478 1471 160
Rata-rata 62.43 66.48 72.29 69.38 70.38 70.05 7.62

Keterangan:
ND = Nilai Dasar
NT = Nilai Tugas
NH = Nilai Harian
NA = Nilai Akhir Siklus



Lampiran 38


Daftar Hadir Siswa Kelas IV – A

NO NAMA SISWA L/P PERTEMUAN KE
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
. AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
L
L
L
L
P
L
L
L
L
L
L
L
P
P
L
P
L
P
L
P
L












-













-
















































































































 


















 






























Lampiran 39

HASIL PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA DAN GURU
SIKLUS I
No Aspek Observasi Hasil Pengamatan
Pada Pertemuan Jumlah Rata-
rata Ket.
1 2 3
1 Aktifitas Guru
a. Penyajian Materi
b. Kemampuan menyajikan
contoh
c. Kemampuan memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut
d. Pembimbingan
e. Pengelolaan kelas
2
2

2


3
2
3
2

3


3
3
2
3

3


3
4
7
7

8


8
9
2.33
2.33

2.67


3.00
3.00
Kurang
Kurang

Cukup


Kurang
Cukup
2 Aktifitas Siswa
a. Perhatian
b. Partisipasi
c. Pemahaman
d. Kerjasama
3
2
2
3
3
2
2
2
3
2
2
3
9
6
6
8
3.00
2.00
2.00
2.67
Cukup
Kurang
Kurang
Kurang

Kriteria :
1. Kurang : Jika semua siswa tidak memenuhi indikator dengan baik
2. Cukup : Jika sebagian kecil siswa memenuhi indikator dengan baik
3. Baik : Jika sebagian besar siswa memenuhi indikator dengan baik
4. Sangat Baik : Jika semua siswa memenuhi indikator dengan baik

Lampiran 40


HASIL PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA DAN GURU
SIKLUS II
No Aspek Observasi Hasil Pengamatan
Pada Pertemuan Jumlah Rata-
rata Ket.
1 2 3
1 Aktifitas Guru
a. Penyajian Materi
b. Kemampuan menyajikan
contoh
c. Kemampuan memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut
d. Pembimbingan
e. Pengelolaan kelas
3


3

2



3
4
3


3

3



3
4
3


3

4



3
4
9


9

10



9
12
3.00


3.00

2.67



3.00
4.00
Baik


Baik

Kurang



Cukup
Sangat Baik
2 Aktifitas Siswa
a. Perhatian
b. Partisipasi
c. Pemahaman
d. Kerjasama
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
4
4
10
9
10
10
3.33
3.00
3.33
3.33
Baik
Baik
Baik
Baik
Kriteria :
1. Kurang : Jika semua siswa tidak memenuhi indikator dengan baik
2. Cukup : Jika sebagian kecil siswa memenuhi indikator dengan
baik
3. Baik : Jika sebagian besar siswa memenuhi indikator dengan baik
4. Sangat Baik : Jika semua siswa memenuhi indikator dengan baik



Lampiran 41

HASIL PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA DAN GURU
SIKLUS III

No Aspek Observasi Hasil Pengamatan
Pada Pertemuan Jumlah Rata-
rata Ket.
1 2 3
1 Aktifitas Guru
a. Penyajian Materi
b. Kemampuan menyajikan
contoh
c. Kemampuan memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut
d. Pembimbingan
e. Pengelolaan kelas
3
3

2


3
4
3
3

3


3
4
3
3

4


3
4
9
9

10


9
12
3.00
3.00

2.67


3.00
4.00
Cukup
Baik

Kurang


Cukup
Baik
2 Aktifitas Siswa
a. Perhatian
b. Partisipasi
c. Pemahaman
d. Kerjasama
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
4
4
10
9
10
10
3.33
3.00
3.33
3.33
Baik
Baik
Baik
Baik

Kriteria :
1. Kurang : Jika semua siswa tidak memenuhi indikator dengan baik
2. Cukup : Jika sebagian kecil siswa memenuhi indikator dengan baik
3. Baik : Jika sebagian besar siswa memenuhi indikator dengan baik
4. Sangat Baik : Jika semua siswa memenuhi indikator dengan baik


Lampiran 42
Harian (Nilai Dasar)
No. Nama Siswa Nilai Dasar
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
AGIL
DIKI
GANDI
HARYANTO
INDRIYANI
M.AWAL
M. DHIPO
M.FAISAL
M.RENALDI
M.RIDWAN
NAZWA
NURHIDAYAT
OLIVIA
PUTRI
ROHID
SEPTIANI
SIENDI
SYAHFITRI
WAHYU
WULANDARI
ADE SUNJAYA
60
60
58
56
50
55
40
32
38
50
42
42
30
42
50
48
55
42
44
46
30
Jumlah : 36 970
(rata – rata)
46,19















Lampiran 43


Grafik Nilai Rata – Rata Hasil Belajar Siswa Tiap Siklus



















Lampiran 44 Foto Kegiatan Belajar Mengajar
Sebelum Pembelajaran NHT








Lampiran 45 Foto Kegiatan Belajar Mengajar









Lampiran 46 Foto Kegiatan Belajar Mengajar





























DAFTAR LAMPIRAN


Nomor Halaman
1. Skenario Pembelajaran siklus I pertemuan I………………….. 62
2. Rencana Pelaksanaan pembelajaran( RPP )………………….... 63
3. LKS , soal dan kunci Jawaban siklus I pertemuan I…………. 67
4. Kisi-kisi Butir soal matematika siklus I pertemuan I………… 68
5. Hasil Tugas I siklus I………………………………………….. 69
6. Skenario Pembelajaran siklus I pertemuan II………………… 70
7. Rencana Pelaksanaan pembelajaran( RPP )…………………… 71
8. LKS, Soal dan kunci Jawaban siklus I pertemuan II………….. 74
9. Kisi-kisi Butir soal matematika siklus I pertemuan II………... 76
10. Nilai Tugas II siklus I…………………………………………. 77
11. LKS, Soal dan kunci Jawaban siklus I pertemuan III……….… 78
12. Nilai akhir tes siklus I…………………………………………. 80
13. Skenario Pembelajaran siklus II pertemuan I………………….. 81
14. Rencana Pelaksanaan pembelajaran( RPP )…………………… 82
15. LKS, soal dan kunci Jawaban siklus II pertemaun I…………… 84
16. Kisi-kisi Butir soal matematika siklus II pertemuan I…….….. 87
17. Nilai Tugas I siklus II…………………………………………. 88
18. Skenario Pembelajaran siklus II pertemuan II………………… 89
19. Rencana Pelaksanaan pembelajaran( RPP )…………………… 90
20. LKS, Soal dan kunci jawaban siklus II pertemuan II………….
21. Kisi-kisi Butir soal matematika siklus II pertemuan II……...… 95
22. Nilai Tugas II siklus II………………………………………… 96
23. LKS, Soal dan kunci jawaban siklus II pertemuan III
24. Nilai akhir tes siklus II……………………………………….... 99
25. Skenario Pembelajaran siklus III pertemuan I………………… 100
26. Rencana Pelaksanaan pembelajaran( RPP )…………………… 101
27. LKS, Soal dan kunci Jawaban siklus III pertemuan I………..… 105
28. Kisi-kisi Butir soal matematika siklus III pertemuan I………... 106
29. Nilai Tugas I siklus III……………………………………….… 107
30. Skenario Pembelajaran siklus III pertemuan II……………….... 108
31. Rencana Pelaksanaan pembelajaran( RPP )……………………. 109
32. LKS, Soal dan kunci Jawaban siklus III pertemuan II 113
33. Kisi-kisi Butir soal matematika siklus III pertemuan II……….. 114
34. Nilai Tugas II siklus III………………………………………… 115
35. LKS ,Soal dan kunci Jawaban siklus III pertemuan III………... 117
36. Nilai akhir tes siklus III………………………………………… 118
37. Rekapitulasi Hasil belajar seluruh siswa setiap siklus…………. 119
38. Daftar hadir siswa kelas IV –A……………………………….... 121
39. Hasil pengamatan aktivitas siswa dan Guru siklus I……….…... 122
40. Hasil pengamatan aktivitas siswa dan Guru siklus II………….. 123
41. Hasil pengamatan aktivitas siswa dan Guru siklus III…………. 124
42. Nilai Dasar……………………………………………………… 125















DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman
2.1 Pohon faktor bilangan prima……………………………… 17
2.2 Pohon faktor menentukan FBP dan KPK………………… 19
3.1 Alur dalam penelitian Tindakan kelas……………………... 23
4.1 Diagram presentase ketuntasan belajar nilai siklus I siswa… 36
4.2 Diagram presentase ketuntasan belajar nilai siklus II siswa.. 41
4.3 Diagram presentase ketuntasan belajar nilai siklus III siswa. 46
4.4 Grafik peningkatan hasil belajar siswa kelas IV MIN Loa
Tebu Tenggarong…………………………………………… 59


















DAFTAR PUSTAKA

Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah dan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hudoyo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Malang: IKIP Malang.
Hamalik, O. 2003. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.

Lestari, S. 2006. Kumpulan Rumus Matematika. Tanggerang: PT Kawan
Pustaka.

Mulyana,A.Z. 2003. Rahasia Matematika. Surabaya: Edutama Mulia.

Muslich, M. 2009. Melaksanakan PTK itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.
Pribadi, B.A.2009. Model Disain Sistim Pembelajaran.Jakarta: Dian Rakyat.
Sanjaya, W. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.

Simanjuntak. 1992. Metode Mengajar Matematika. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sudjana. 2002. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sudjana, N. dan Rivai, A. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Suriasumantri, J.S. 2007. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Tim Bina Karya Guru. 2007. Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas
V. Jakarta: Erlangga.

Uno,H. 2009. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar