Selasa, 26 Juli 2011

engaruh penggunaan buku penunjang terhadap keberhasilan belajar IPS siswa kelas V SDN 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Pelajar

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan proses interaksi antara guru (pendidik) dengan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang ditentukan. Pendidik, peserta didik dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan, ketiganya membentuk suatu kesatuan (triangle), yang kalau hilang atau kurang dari salah satunya maka hilang pula hakekat dari pendidikan.
Dalam proses pembelajaran kepemimpinan guru sangat diperlukan, yaitu menyelenggarakan proses kegiatan pembelajaran sejak mulai merencanakan, melaksanakan, penilaian dan pelaporan. Kelancaran dan kelangsungan pelaksanaan tugas pokok guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran di kelas sangat ditentukan oleh kemampuan guru untuk memimpin dan mengendalikan suasana kelas tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam proses pendidikan disekolah, belajar merupakan kegiatan paling pokok. Hal ini berarti berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung bagaimana proses belajar yang dialami sebagai peserta didik.
Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana perubahan–perubahan tersebut akan terlihat dalam tingkah lakunya. Proses perubahan dalam belajar di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor interen) dan faktor yang berasal dari luar diri siswa(faktor eksteren).
Faktor interen terdiri dari faktor jasmani, psikologis, dan faktor kelelahan. Sedang faktor eksteren yang berpengaruh terhadap hasil belajar, misalnya faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat / lingkungan. Dalam penelitian ini penulis membatasi penelitian dengan mengambil mata pelajaran atau bidang studi IPS khususnya di SDN 003 Loa Janan. Dalam dunia pendidikan, Bidang studi IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa sebagai peserta didik. Agar dapat tercapainya hasil belajar yang di harapkan salah satunya adalah dengan di penuhinya penggunaan buku penunjang. Di sisi lain penggunaan buku penunjang merupakan salah satu faktor pendukung dalam keberhasilan pendidikan
Dalam penelitian ini pula penulis ingin mengetahui seberapa efektifnya penggunaan buku penunjang terhadap hasil belajar IPS siswa, atau fasilitas penunjang lain selain buku, seperti Atlas atau Peta, tiruan bola dunia (globe) atau alat-alat lain yang berkaitan dengan bidang pendidikan
Dewasa ini di tiap - tiap Sekolah yang ada, hanya berpatok pada satu buku / buku paket yang memiliki keterbatasan dalam penyajian materi dan hanya dari satu sumber. Penunjang pembelajaran yang utama adalah buku paket dan buku penunjang, ditambah media lain yang berkaitan dengan pembelajaran yang dapat menarik minat siswa, agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara efektif sehingga dapat tercapai hasil yang diharapkan.
Dalam pembelajaran, peran guru sangat mutlak, guru harus mengetahui apa yang menjadi motivasi dan minat anak didik itu sendiri sehingga tercipta suasana yang dapat mempengaruhi psikologi yang positif terhadap perkembangan anak didik Untuk setingkat murid sekolah dasar (SD) Penggunaan buku penunjang belajar seperti media yang dapat dilihat langsung sangat menarik perhatian siswa bahkan sangat efektif untuk memancing perhatian siswa sehingga terfokus pada bahan dan materi pembelajaran yang disampaikan.
Dengan keterbatasan penyajian dan isi pada buku paket menyebabkan peran buku penunjang sangat dirasakan dalam kelancaran proses belajar mengajar dan juga buku dan alat penunjang bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan yang lebih luas bagi perkembangan siswa.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas penulis tertarik untuk meneliti mengenai penggunaan buku penunjang pelajaran dan hasil belajar siswa pada bidang studi IPS. Dalam hal ini penulis membatasi permasalahan sebagai berikut : Bagaimana pengaruh penggunaan buku penunjang terhadap keberhasilan belajar IPS siswa kelas V SDN 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Pelajaran 2009-2010
C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian yang penulis lakukan adalah:
1. Untuk mengetahui penggunaan buku penunjang oleh siswa SDN 003Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara tahun pelajaran 2009/2010
2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa SDN 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara tahun2009/2010
3. Mengetahui signifikansi pengaruh penggunaan buku penunjang terhadap hasil belajar siswa SDN 003 tahun pelajaran 2009/2010

D. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti berharap sekali nantinya hasil dari .penelitian ini dapat memberi kesan dan manfaat yang baik, adapun harapan lain yang diinginkan penulis adalah
Penelitian ini diharapkan memiliki kegunaan sebagai berikut:
1. Sebagai masukan bagi guru dan siswa tentang pentingnya buku penunjang pengajaran IPS di SDN 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara
2. Sebagai bahan masukan dan bahan evaluasi khususnya Kepala Sekolah, dalam pengadaan buku penunjang di sekolah.
3. Sebagai bahan masukan dan menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya pada bidang pendidikan.












BAB II
DASAR TEORI


A. Pengertian Belajar dan Pembelajaran
1. Pengertian Belajar
Untuk memahami tentang pengertian belajar disini akan diawali dengan mengemukakan beberapa definisi tentang belajar, Menurut beberapa pendapat para ahli tentang definisi tentang belajar. Cronbach, Harold Spears dan geoch dalam sardiman A M ( 2005 : 20 ) sebagai berikut: Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Haold spears memberikan batasan , bahwa belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendirui, mendengarkan, mengikuti petunjuk/ arahan. Geoch mengatakan belajar adalah: perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek.
Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lainsebagainya. Juga belajaritu akan lebih baik kalau sianak mengalami atau melakukannya. Jadi tidak bersifat ferbalistik. Belajar sebagai kegiatan indifidu sebenarnya merupakan rangsangan- rangsangan indifidu yang dikirim kepadanya oleh lingkungan. Dengan demikian terjadinya kegiatan belajar yang dilakukan oleh seorang indifidu dapat dijelaskan dengan rumus antar indifidu dan lingkungan.

2. Pengertian Pembelajaran
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 menyatakan bahwa: “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar” Berdasarkan konsep tersebut, dalam kata pembelajaran terkandung dua kegiatan yaitu belajar dan mengajar. Kegiatan yang berkaitan dengan upaya membelajarkan siswa agar berkembang potensi intelektual yang ada pada dirinya. Ini berarti bahwa pembelajaran menuntut terjadinya komunikasi antara dua arah atau dua pihak yaitu pihak yang mengajar yaitu guru sebagai pendidik dengan pihak yang belajar yaitu siswa sebagai peserta didik.
Senada dengan pengertian pembelajaran di atas, E. Mulyasa (2002:100) mengemukakan bahwa: “Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik”. Sementara Daeng Sudirwo (2002:31) juga berpendapat bahwa: “pembelajaran merupakan interaksi belajar mengajar dalam suasana interaktif yang terarah pada tujuan pembelajaran yang telah ditentukan”.
Berdasarkan ketiga konsep tentang pembelajaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang terarah pada tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
3. Tujuan Pembelajaran
Menurut Hamza B. Uno (2008: 34) tujuan pembelajaran merupakan salah satu aspek yang perlu di pertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran. Sedangkan menurut Robert F. Mager dalam Hamzah B. Uno (2008: 35), Tujuan pembelajaran adalah sebagai prilaku yang hendak dicapai atau di dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan kompetisi tertentu. Berdasarkan pengertian di atas disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran harus ditetapkan, karna segala kegiatan pembelajaran muaranya adalah tercapainya tujuan pembelajaran.

4. Proses Belajar Mengajar
Pendapat yang mengatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan, sudah ditinggalkan oleh banyak orang kini mengajar lebih sering dimaknai sebagai perbuatan yang kompleks, yaitu penggunaan secara integratif sejumlah ketrampilan untuk menyampaikan pesan Udin Saefudin Saud (2009:55).
Sementara menurut Rusman (2009:341) yang dimaksud kegiatan pembelajaran dikelas adalah: “Inti penyelenggaran pendidikan yang ditandai dengan kegiatan pengelolaan kelas, penggunaan media dan buku penunjang belajar serta penggunaan metode dan strategi pembelajaran” Dari uraian diatas disimpulkan bahwa, dalam mengajar diperlukan keterampilan–keterampilan yang di butuhkan untuk kelancaran proses belajar mengajar serta efektif dan efisien.
B. Prestasi Atau Keberhasilan Belajar Siswa
Adapun menurut Benjamin S. Bloom ( dalam Abu Muhammad Ibnu Abdullah 2008), bahwa hasil belajar diklasifikasikan ke dalam tiga ranah yaitu: a) ranah kognitif (cognitive domain); b) ranah afektif (affective domain); dan c) ranah psikomotor (psychomotor domain). Bertolak dari kedua pendapat tersebut di atas, penulis lebih cenderung kepada pendapat Benjamin S. Bloom. Kecenderungan ini didasarkan pada alasan bahwa ketiga ranah yang diajukan lebih terukur, dalam artian bahwa untuk mengetahui prestasi belajar yang dimaksudkan mudah dan dapat dilaksanakan, khususnya pada pembelajaran yang bersifat formal.
Sedangkan ketiga aspek tujuan pembelajaran yang diajukan oleh Ahmad Tafsir sangat sulit untuk diukur. Walaupun pada dasarnya bisa saja dilakukan pengukuran untuk ketiga aspek tersebut, namun ia membutuhkan waktu yang tidak sedikit, khususnya pada aspek being, di mana proses pengukuran aspek ini harus dilakukan melalui pengamatan yang berkelanjutan sehingga diperoleh informasi yang meyakinkan bahwa seseorang telah benar-benar melaksanakan apa yang ia ketahui dalam kesehariannya secara rutin dan konsekuen.
Berdasarkan hal tersebut, maka penulis berkesimpulan bahwa jenis prestasi belajar itu meliputi 3 (tiga) ranah atau aspek, yaitu: ranah kognitif (cognitive domain), ranah afektif (affective domain) dan ranah psikomotor (psychomotor domain).
C. Hasil Belajar
Menurut Eddy Soewarto Kartawidjaja (2006) dalam bukunya Pengukuran dan Hasil Evaluasi Belajar : “Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar, setelah murid selesai mengikuti program suatu pelajaran tertentu. Pengertian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai, bekerja atau berlatih supaya mendapat suatu kepandaian Kamus umum bahasa Indonesia susunan WJS Darminta (408-121). Pendapat para ahli dari dasar teori yang penulis kemukakan, bahwa hasil dari belajar itu adalah merupakan perubahan dalam prilaku yang didapat dari pengalaman, dan juga perubahan penampilan dari proses interaksi dengan lingkungan masyarakat (non formal)maupun lingkungan sekolah (formal) dalam suasana interaktif dalam pembelajaran yang di tentukan kearah yang lebih baik.

D. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu: faktor dari dalam siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Menurut Slamento ( 2003: 54-72 ), faktor yang mempengaruhi belajar adalah: Faktor-faktor internal. Jasmani, ( kesehatan, cacat tubuh ). Psikolog (intelegensi, perhatian, minat, bakat, minat, motif, kematangan kesiapan ) Faktor-faktor eksternal. Keluarga ( cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orangtua, latar belakang kebudayaan ), Sekolah ( metode mengajar, kurikulum, relasi Guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadan gedung, metode belajar, tugas rumah ). Masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat ).
Menurut caroll dalam R Angkowo dkk (2007: 51) bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor faktor yaitu: bakat belajar waktu yang tersedia untuk belajar kemampuan individu, kualitas pengajaran. Clark dalam Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2001:39) mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan.
Sedangkan menurut Sardiman (2007:39-47) faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor intern (dari dalam) diri siswa dan faktor ekstern (dari luar) siswa. Bekaitan dengan faktor dari dalam siswa, selain faktor kemampuan, ada juga faktor lain yaitu: motifasi, perhatian, minat,sikap, kebiasaan belajar,ketekunan, kondisi sosial ekonomi, kondisi fisik dan psikis. Kehadiran faktor psikologis dalam belajar akan memberikan andil yang cukup penting. Faktor-faktor psikologis akan memberikan landasan dan kemudahan dalam mencapai tujuan belajar yang optimal.
Thomas F Staton dalam Sardiman (2007:39) menguraikan enam macam faktor psikologis yaitu: Motifasi, reaksi, konsentrasi, organisasi, pemahaman ulangan. Dari beberapa pendapat para ahli diatas,dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antaralain kemampuan yang dimiliki tentang materi yang akan disampaikan, sedangkan faktor eksternal antaralain strategi pembelajaran yang digunakan guru didalam proses belajar mengajar.
E. Bahan Penunjang Pengajaran
Banyak sekali bahan penunjang pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPS seperti buku teks, lembar kerja siswa (LKS ), alat peraga dan media dan lain- lain .


1. Penggunaan Buku Penunjang
Sumber belajar utama yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS Terpadu dapat berbentuk teks tertulis seperti buku, majalah, brosur, surat kabar, poster dan informasi lepas, atau berupa lingkungan sekitar seperti: lingkungan alam, lingkungan sosial sehari-hari. Seorang guru yang akan menyusun materi perlu mengumpulkan dan mempersiapkan bahan kepustakaan atau rujukan (buku dan pedoman yang berkaitan dan sesuai) untuk menyusun dan mengembangkan silabus. Pencarian informasi ini, sebenarnya dapat pula memanfaatkan perangkat teknologi informasi mutakhir seperti multimedia dan internet.
2. Media Atau Alat Penunjang Mengajar
Dalam kamus umum bahasa indonesia edisi ke tiga susunan W J. S. Poerwa darminta 2007 ( hal.756) menjelaskan bahwa media adalah alat / sarana, untuk menyebarluaskan informasi, seperti surat kabar, radio dan televisi. Sedangkan alat peraga adalah barang yang dipakai untuk belajar atau mengajar, atau sesuatu yang dipakai untuk mencapai tujuan (hal.24). Dari uraian diatas penulis dapat menarik suatu kesimpulan bahwa media tau alat penunjang mengajar selain untuk menyebarluaskan informasi juga dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar sehingga dapat dicapai hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Media adalah suatu alat bantu belajar yang bertujuan untuk lebih mengefektifkan proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Media pembelajaran sendiri dapat berupa buku, alat peraga, papan tulis dan lain sebagainya. Penemuan baru dalam bidang pendidikan sehingga akan mendorong berbagai usaha pembaharuan, maka sangat diperlukan alat bantu atau alat peraga pendidikan serta alat perlengkapan sekolah lainnya.
a. Jenis jenis Media Pendidikan
Media pendidikan dapat dikelompokan menjadi beberapa macam yang berdasarkan jenisnya diantaranya adalah:
1) Media pendidikan yang dapat dilihat misalnya Atlas, globe.
2) Alat peraga dasar, antara lain papan tulis, papan panel dan lainlain
3) Media pendidikan berwujud buku, misal buku paket IPS serta buku-buku penunjang yang lain dan masih banyak yang lainnya.
3. Media Pendidikan Langsung
Media ini dapat berupa benda-benda itu sendiri, benda tiruannya atau kegiatan langsung yang yang dilakukan para siswa itu sendiri contohnya peta negara atau peta dunia atau tiruan bola dunia ( globe )
F. Macam macam Sumber Penunjang Belajar
Menurut Sudon ( 2000:11-14 ) sumber penunjang belajar termasuk alat permainan anak itu sendiri. Macam-macam sumber penunjang belajar sebagai berikut:
a. Perpustakaan
Berbagai insklopedia, buku - buku dengan beraneka tema dapat dikumpulkan dan ditata rapi di perpustakaan. Perpustakaan memiliki fungsi sebagai jantung Sekolah


b. Narasumber.
Para tokoh dan ahli diberbagai bidang merupakan salah satu sumber penunjang belajar yang dapat di andalkan karena biasanya mereka memberikan informasi berdasarkan penelitian dan pengalaman mereka. Dengan demikian siswa dapat melatih kemahiran mereka dalam berbahasa melalui wawancara dan berkomunikasi.
c. Media Cetak
Termasuk didalamnya bahan cetak, buku,majalah atau tabloid gambar-gambar yang ekspresif dapat memberi kesempatan anak menggunakan nalar dan menggunakan pikirannya dengan menggunakan kosa kata yang semakin hari semakin berkembang.
d. Alat Peraga
Berfungsi untuk menerangkan atau memperagakan suatu mata pelajarandalam proses belajar dan mengajar perlu adanya perbedaan yang jelas antara alat peraga dan alat permainan. pada alat permainan anak aktif mengadakan eksplorasi walaupun tidak menutup kemungkinan mereka akan menggunakan untuk bermain. Alat-alat peraga penunjang pelajaran IPS sebagai berikut: Atlas atau Peta, tiruan berupa bola dunia atau (Globe) atau media lain yang dapat di gunakan dalam proses belajar mengajar seperti penggunaan Proyektor/LCD dan sebagainya.
e. Buku Penunjang
Buku penunjang berfungsi sebagai pelengkap buku paket karena didalam buku paket tidak semua bahan palajaran dapat dimuat sehingga perlu adanya buku penunjang yang dapat memudahkan pemahaman siswa sehingga apa yang menjadi tujuan pengajaran dapat tercapai dengan maksimal. Dibawah ini adalah contoh buku penunjang sebagai brikut:
1) Buku lembaran kerja siswa (LKS)
2) Buku-buku dari perpustakaan dengan berbagai macam judul dan narasumber
3) Buku atlas Negara-negara yang ada di dunia
4) Media cetak dan media lain sejenisnya
5) Sumber-sumber lain diluar buku paket yang termasuk penunjang pembelajaran IPS, seperti Atlas/ peta atau tiruan lain seperti bola dunia (Globe).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa buku buku penunjang dalam pembelajaran IPS adalah semua buku, baik itu buku paket maupun diluar buku Paket, buku dari Perpustakaan, buku atlas, Inklopedia, buku lembaran kerja siswa (LKS) maupun alat penunjang lainnya yang berkaitan dengan pelajaran IPS. Termasuk fasilits sekolah yang membantu dalam proses belajar mengajar seperti papan tulis ,meja dan kursi dan sebagainya.

G. Definisi Konsep
Untuk menghidari pengertian yang berbeda-beda penulis perlu menggunakan definisi konsep. ( WJS Poerwa darminta kamus umum bahasa indonesia, 2007: 611). Definisi konsep adalah rancangan atau buram, pendapat (paham); cita-cita dan sebagainya yang telah ada dalam pikiran.
Sehubungan dengan penelitian ini maka penulis memberikan batasan definisi konsep sebagai berikut:
1. Buku Penunjang adalah buku yang melengkapi atau menambah kekurangan dari buku paket atau buku yang membantu dalam proses belajar mengajar yang diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Buku lembaran kerja siswa (LKS )
b. Buku Atlas
c. Buku Ensiklopedia
d. Media cetak dan sejenisnya, brosur, koran yang berkaitan dengan pembelajaran selain buku paket yang dipakai untuk sumber belajar siswa
2. Hasil belajar adalah merupakan perubahan dalam prilaku yang di dapat dari pengalaman, dan juga perubahan penampilan dari proses interaksi dengan lingkungan masyarakat (non formal) maupun lingkungan sekolah (formal) dalam suasana interaktif dalam pembelajaran yang di tentukan kearah yang lebih baik yang biasanya dalam bentuk nilai hasil belajarnya.
H. Hipotesis
Hipotesis adalah suatu kesimpulan yang bersifat sementara atau dugaan sementara yang mungkin benar dan mungkin salah. penolakan dan penerimaan hipotesis tergantung pada hasil-hasil penyelidikan terhadap fakta fakta yang di kumpulkan. WJS Poerwadarminta kamus umum bahasa Indonesia (2007: 420) mengemukakan bahwa hipotesis adalah sesusatu yang dianggap benar untuk alasan atau untuk mengutarakan pendapat meskipun kebenarannya belum dibuktikan.
Berdasarkan Pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah merupakan dugaan sementara yang mungkin benar dan mungkin juga salah, sehingga perlu membuktikan kebenarannya melalui penelitian secara ilmiah. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: di duga penggunaan buku penunjang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Tahun pelajaran 2009/ 2010



















BAB III
METODE PENELITIAN

A. Definisi Operasional
Sebelum penulis menguraikan definisi operasinal tentang masalah yang akan di teliti, terlebih dahulu menguraikan pengertian dari definisi operasional, adalah sebagai berikut. Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel, dengan kata lain bahwa definisi operasional merupakan semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan varibel yang sama, Marsi Singarimbu (1996:46)
Adapun definisi operasional dari penggunaan buku penunjang terhadap hasil belajar siswa adalah sebagai berikut :
1. Yang menjadi Indikator penggunaan buku penunjang adalah:
a. Buku lembaran kerja siswa (LKS)
b. Buku-buku dari perpustakaan dengan berbagai macam judul dan narasumber
c. Buku atlas Negara-negara yang ada di dunia
d. Media cetak dan media lain sejenisnya
e. Sumber-sumber lain diluar buku paket yang termasuk penunjang pembelajaran IPS, seperti Atlas/ peta atau tiruan lain seperti bola dunia (Globe).
2. Yang menjadi indikator hasil belajar adalah nilai hasil ulangan harian siswa.
B. Populasi Dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: “Obyek /Subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” Sugiono, (2001:257).
Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 003 Loa Janan sebanyak tiga kelas dengan jumlah populasi 102 siswa terdiri dari kelas A, B,dan C. dan mereka inilah yang menjadi populasi dan dikenai generalisasi dalam penarikan kesimpulan.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi atau wakil dari populasi yang diteliti
Menurut Suharsimi Arikunto (1996: 120) : ”untuk sekedar ancer-ancer, maka apabila subyek kurang dari 100 lebih baik di ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyek besar, dapat di ambil antara 10 -15 %, atau 20-25 % atau lebih.
Berdasarkan pendapat di atas maka peneliti mengambil sampel sebanyak 20% dari populasi dengan cara proporsional random sampling yaitu dari 102 siswa kelas V SDN 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara
C. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini penulis menggunakan cara atau tehnik pengumpulan data sebagai berikut:
a. Angket
Angket yaitu peneliti membuat pertanyaan yang berkaitan dengan yang diteliti dan membagikan langsung kepada obyek penelitian, obyek penelitian yaitu siswa Kelas V SDN 003 Loa Janan mengenai penggunaan buku penunjang yang di susun dengan jenjang bertingkat:
1) setiap pertanyaan memiliki skala 5-4-3-2-1 untuk pertanyaan yang positif
2) setiap pertanyaan membedakan subyek pengguna buku penunjang dan yang tidak punya buku penunjang.
Atas dasar itu, angket dalam penelitian ini mempergunakan alternatif jawaban yang bertingkat, yang disusun sebagai berikut:
1) Sangat sering (SS) adalah sebagai alternatif jawaban yang menggambarkan penggunaan buku penunjang sangat banyak
2) Sering (S) sebagai alternatif menggambarkan pengguna buku penunjang banyak
3) Cukup sering (CS) adalah sebagai alternatif yang menggambarkan pengguna buku penunjang sedang
4) Kadang-kadang (KK) adalah sebagai alternatif yang menggambarkan pengguna buku penunjang kurang
5) Tidak pernah (TP) menggambarkan tidak punya buku penunjang
b. Dokumentasi
Dokumentasi adalah metode untuk mendapatkan data melalui dokumen-dokumen yang ada. Alasan penulis menggunakan studi dokumen sebagai metode pokok adalah: dapat diperoleh nilai formatif, hasil ulangan harian siswa.
D. Tehnik Pengolahan Data
Perlu diketahui bahwa data dalam penelitian ini di ukur dengan skala Likert. Jenjang skor yang dipakai adalah 5 dengan nilai : 5,4,3,2,1.
Dengan bentuk pertanyaan positif, sedangkan cara pemberian skor dengan kriteria sebagai berikut yaitu :
a. Sangat Sering diberi skor = 5
b. Sering diberi skor = 4
c. Cukup sering diberi Skor = 3
d. Jarang diberi Skor = 2
e. Tidak pernah diberi skor = 1
Perlunya dibuat jenjang skor adalah untuk memudahkan menghitung nilai secara kwantitatif dari hasil angket. Untuk menghitung nilai secara kualitatif digunakan rumus prosentase, yaitu untuk menghitung frekuensi responden pengguna buku penunjang yang banyak, sedang, sampai yang tidak punya buku penunjang
F. Teknik Analisa Data
Melihat data yang di teliti adalah dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat dalam hal ini Pengguna Buku Penunjang (variabel bebas disebut X ) dan hasil belajar siswa (variabel terikat disebut Y) yang variabelnya berbentuk gejala atau data yang bersifat kontinyu, dan sampel nya sifatnya homogen maka analisis yang digunakan adalah teknik analis korelasi Product Momen rumus yang digunakan adalah :

Sugiono ( 2008 : 255 )

Keterangan :
rxy = angka indeks korelasi ” r” Product Moment
∑x² = Jumlah devisiasi skor x setelah dikuadratkan
∑y² = Jumlah devisiasi skor y setelah dikuadratkan.
Untuk mengintepretasikan apakah antara variabel X dan variabel Y ada hubungan, maka setelah didapat nilai korelasi dikonsultasikan dengan (r) tabel sebagai berikut :
Tabel 1 : Tabel Interpretasi Nilai Korelasi
Besarnya nilai r Intepretasi
0,800 - 1,000
0,600 - 0,800
0,400 - 0,600
0,200 - 0,400
0,000 - 0,200 Tinggi
Cukup
Agak rendah
Rendah
Sangat rendah
(dianggap tidak ada korelasi)






BAB IV
PENYAJIAN DATA
A. Data Umum
Agar mendapatkan gambaran yang jelas dan lengkap tentang obyek penelitian, maka sebelum penulis mengungkapkan data data yang berkaitan dengan fariabel penelitian akan penulis uraikan data umum tentang keadaan di sekolah dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sekolah Dasar Negeri 003 Loajanan berada di jalan AM. Parikesit Desa/ Kelurahan Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara ini sekarang dipimpin oleh Bapa Heli Susanto, S.Pd, M.Si dengan di bantu oleh guru-guru negeri dan maupun guru-guru T3D (honor) dari sekitar sekolah tersebut. Data selengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah : 1 orang
2. Guru Umum/ PNS : 25 orang
3. Guru T3D / Honor : 4 orang
4. Penjaga Sekolah : 1 orang
Jumlah ---------------
31 orang
Adapun Keadaan guru dan staf Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun pelajaran 2009/ 2010 dapat dilihat pada tabel berikut ini:


Tabel 2. Keadaan guru dan staf Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Pelajaran 2009/ 2010.

No. Nama Jabatan/ Golongan Keterangan
1 Helisusanto, S.Pd. M.Si Kep. Sekolah PNS
2 Abdul Halim, S.pd Wakil PNS
3 Siti Djariah, A.Ma Guru Agama PNS
4 Taudin K Guru Umum PNS
5 Mardhiah, S.Pd Guru Umum PNS
6 Nani Isrobakti, A.Ma.Pd Guru Umum PNS
7 Fatmawati, A.Ma Guru Agama PNS
8 Lestari, A.Ma Guru Umum PNS
9 Muhani, A.Ma Guru Umum PNS
10 Seun. S.Pd Guru Umum PNS
11 Sukini, A.Ma Guru Penjakes PNS
12 Siti Zaimah, S.Pd Guru Umum PNS
13 Sri Jatun Guru Umum PNS
14 Dahlina, S.Pd Guru Umum PNS
15 Lun Ding, S.Pd Guru Umum PNS
16 Yohana, S.Pd Guru Umum PNS
17 Dewi Ratnawati, S.Pd Guru Umum PNS
18 Hasan Effendi, S.Pd Guru Umum PNS
19 Syarah A. , A.Ma.Pd Guru Umum PNS
20 Sumira S.pd Guru Umum PNS
21 Ma’ani, S.Pd Guru Umum PNS
22 Kartini, S.Pd Guru Umum PNS
23 Samhaniar, S.Pd Guru Umum PNS
24 Semin Sembo, Guru Ag. Kristen PNS
25 Irene Rini Guru Umum PNS
26 Rusidah Guru Umum PNS
27 Gifaris, A.Ma.Pd Guru Umum T3D
28 Andi Wahyudi S.Pd Guru Umum T3D
29 Kuslan Guru Penjaskes Honor
30 Achmad Rifadin Guru Umum Honor
Sumber Data : Kantor TU Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Keadaan jumlah siswa –siswa Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Pelajaran 2009/ 2010 berjumlah 628 siswa yang terbagi menjadi 9 (sembilan ) rombongan kelas/ rombongan belajar, yaitu : kelas 1, V , VI. Masing-masing terdiri dari 3 kelas. Kelas ini menjadi rombongan pertama atau rombongan sekolah pagi. Rombongan ke 2 terdiri dari kelas II, III, IV. Masing- masing terdiri dari tiga keles dan merupakan rombongan sekolah siang.
Secara terperinci jumlah siswa sekolah dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Karta negara tahun pelajaran 2009/2010 sebagaimana pada tabel dibawah ini.
Tabel 3. Jumlah siswa Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Pelajaran 2009/ 2010
No Kelas L P Jumlah
1 I 55 47 103
2 II 58 45 105
3 III 56 44 101
4 IV 60 49 110
5 V 54 48 102
6 VI 56 51 107
Jumlah 339 284 628
Sumber Data : Kantor TU Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Karanegara Tahun pelajaran 2009/ 2010

Sarana dan prasarana Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten kutai kartanegara Tahun pelajaran 2009/ 2010 terdiri dari :
1. Ruang kepala sekolah : 1 ruang 7 m x 3m
2. Ruang guru : 1 ruang 7 m x 6m
3. Ruang Administrasi : 1 ruang 7 m x 4m
4. Ruang belajar : 9 ruang 8 m x 8m
5. Ruang perpustakaan : 1 ruang 9 m x 12m
6. Ruang ketrampilan : 1 ruang 8 m x 15m
7. Ruang UKS : 1 ruang 3 mx3,5m
8. Kursi murid/ Bangku murid : 360 buah
9. Meja murid : 360 buah
10. Meja Kepala sekolah : 1 buah
11. Kursi Kepala sekolah : 1 buah
12. Meja/ Kursi Guru : 6/6 buah
13. WC Guru : 2 ruang 2m x2m
14. WC Murid : 4 ruang 2m x 2m
15. Rumah dinas : 2 buah
16. Kursi Tamu : 1 Set
17. Lemari Buku : 9 buah
18. Lemari Perpustakaan : 2 buah
19. Papan Tulis : 9 buah
20. Papan Absen kelas : 9 buah
B. Data Khusus
Data khusus yang dimaksud penulis adalah data yang berkaitan dengan fariabel penelitian. Adapun data khusus yang berkaitan dengan penelitian ini adalah data tentang penggunaan buku penunjang siswa dengan data hasil belajar siswa disekolah.
Data tentang penggunaan buku penunjang oleh siswa ini, diperoleh dengan angket yang dibagikan kepada 21 siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan sampel dari penelitian ini, kemudian di isi berdasarkan presepsi siswa , tentang seberapa besar pengaruh penggunaan buku penunjang terhadap hasil belajar siswa.
Tabel 4. Data kuantitatif dan kualitatif tentang penggunaan buku penunjang terhadap hasil belajar siswa.

No No. Responden Nilai kuantitatif Nilai kualitatif
1 2 3 4
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
R.001
R.002
R.003
R.004
R.005
R.006
R.007
R.008
R.009
R.010
R.011
R.012
R.013
R.014
R.015
R.016
R.017
R.018
R.019
R.020
R.021
27
50
45
40
48
28
19
50
13
30
40
30
37
40
13
30
38
39
40
51
50
Cukup Sering
Sangat Sering
Sering
Sering
Sering
Cukup Sering
Kadang-kadang
Sangat Sering
Kadang-kadang
Cukup Sering
Sering
Cukup Sering
Sering
Sering
Kadang-kadang
Cukup Sering
Sering
Sering
Sering
Sangat Sering
Sangat Sering
Jumlah 758
Berdasarkan data di atas diketahui bahwa siswa yang menggunakan buku penunjang dengan kategori sangat sering sebanyak 4 orang atau 19% , kategori sering 9 orang atau 43 %, kategori cukup sering 5 orang atau 24%, kategori Kadang-kadang 3 orang atau 14%, kategori tidak pernah 0 orang atau 0 %




Tabel 5. Prestasi Belajar Siswa kelas V Sekolah dasar Negeri 003 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Pelajaran 2009/2010

No. Urut No. Responden Hasil belajar
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
R.001
R.002
R.003
R.004
R.005
R.006
R.007
R.008
R.009
R.010
R.011
R.012
R.013
R.014
R.015
R.016
R.017
R.018
R.019
R.020
R.021
53
70
65
86
80
58
72
84
70
53
79
70
65
76
80
80
80
65
75
83
60
Jumlah 1.504

Sumber Data : Nilai hasil ulangan harian siswa






BAB V
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
A.Analisa Data
Dari data yang telah terkumpul hasil penelitian seperti yang tercantum dalam bab IV, langkah selanjutnya adalah analisa data.
Untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan buku penunjang terhadap hasil belajar siswa disekolah, Penulis menggunakan rumus korelasi product moment dari Sugiono dengan rumus sebagai berikut:


Keterangan :
rxy = Tingkat korelasi produk moment
X = Variabel bebas ( penggunaan buku penunjang)
Yaitu hasil dari penggunaan buku penunjang yang di ambil dari angket siswa
Y = Varibel terikat (hasil belajar siswa)
Yaitu besarnya hasil belajar siswa disekolah, diambil dari jumlah nilai hasil ulangan harian siswa untuk membantu memudah kan menganalisa data sesuai variabel yang ada dalam rumus tersebut digunakan tabel sebagai berikut :




Tabel 6 Tabel kerja tentang pengaruh pengguaan buku penunjang (X) dan hasil belajar (Y) siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 003 Loajanan Kabupaten Kutai Kartanegara

N.R X Y (Xi-X) (Yi-Y) X
Y
Xy
1 2 3 4 5 6 7 8
R.01 27 53 9.10 18.62 82.72 346.67 169.34
R.02 50 70 -13.90 1.62 193.34 2.62 -22.51
R.03 45 65 -8.90 6.62 79.29 43.81 -58.94
R.04 40 86 -3.90 -14.38 15.25 206.81 56.15
R.05 48 80 -11.90 -8.38 141.72 70.24 99.77
R.06 28 58 8.10 13.62 65.53 185.48 110.25
R.07 19 72 17.10 -0.38 292.25 0.15 -6.51
R.08 50 84 -13.90 -12.38 193.34 153.29 172.15
R.09 13 70 23.10 1.62 533.39 2.62 37.39
R.10 30 53 6.10 18.62 37.15 346.67 113.49
R.11 40 79 -3.90 -7.38 15.25 54.48 28.82
R.12 30 70 6.10 1.62 37.15 2.62 9.87
R.13 37 65 -0.90 6.62 0.82 43.81 -5.99
R.14 40 76 -3.90 -4.38 15.25 19.19 17.11
R.15 13 80 23.10 -8.38 533.39 70.24 -193.56
R.16 30 80 6.10 -8.38 37.15 70.24 -51.08
R.17 38 80 -1.90 -8.38 3.63 70.24 15.96
R.18 39 65 -2.90 6.62 8.44 43.81 -19.23
R.19 40 75 -3.90 -3.38 15.25 11.43 13.20
R.20 51 83 -14.90 -11.38 222.15 129.53 169.63
R.21 50 60 -13.90 11.62 193.34 135.00 -161.56
Jumlah 758 1504 0 0 1518.72 1008.95 796.366
Sumber : Data (X) dari tabel 3 Hasil angket siswa dan data(Y)daritabel 4
jumlah nilai ulangan harian siswa.
Rata-rata X =

Rata-rata X =









= 0,643.

B. Pembahasan
Dari hasil analisa data di atas terlihat bahwa penggunaan buku penunjang terhadap siswa menunjukan angka terbesar adalah sangat sering menggunkan buku penunjang sebesar 33% sedangkan yang menunjukan yang terkecil adalah kadang-kadang menggunakan buku penunjang 9,5%
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pada umumnya siswa yang menggunakan buku penunjang yang lengkap, akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Jadi hubungan antara penggunaan buku penunjang dengan hasil belajar siswa dari analisis diatas diperoleh angka rxy = 0,643 hal ini menunjukan hubungan yang cukup, artinya semakin Banyak penggunaan buku penunjang yang digunakan oleh siswa, maka semakin baik pula hasil belaar siswa disekolah.
Dengan demikian hipotesis dari penelitian ini yaitu” ada pengaruh pengunaan buku penunang terhadap hasil belajar siswa SDN 003 Loa Janan kabupaten kutai kartanegara tahun pelajaran 2009/ 2010”. Dapat terbukti kebenarannya sehingga hipotesis ini dapat diterima.



BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah data di kumpulkan kemudian dianalisa dan di uji,ternyata bahawa hipotesis yang telah dirumuskan terbukti kebenarannya yang berarti masalah pokok dalam penelitian ini telah terjawab.
Akhirnya kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pada umumnya siswa yang menggunakan buku penunjang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa disekolah atau sebesar 33% sedangkan yang kadang-kadang menggunakan buku penunjang hanya 9,5%.
2. Berdasarkan hasil analisa data dari penggunaan buku penunjang dengan hasil belajar siswa di sekolah di dapat angka koefesien korelasi (r) sebesar 0,643. Jika angka tersebut di konsultasikan ke tabel (r) r hitung berada dalam kategori antara 0,600 – 0,800 artinya terjadi pengaruh, dan dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai hasil belajar siswa ada hubungan yang signifikan dengan penggunaan buku penunjang, dan hubungan itu dalam kategori tinggi, sehingga hipotesis yang di rumuskan dalam penelitian ini terbukti kebenarannya dan dapat diterima.

B. Saran-Saran
Berdasarkan dari hasil penelitian ini, maka ada beberapa saran yang dapat disampaikan antara lain :
1. Dari penelitian ini bahwa ada pengaruh penggunaan buku peunjang terhadap hasil belaar siswa di sekolah, untuk itu diharapkan kepada orang tua murid agar selalu memperhatikan kelengkapan buku penunjang putra dan putrinya, karna dengan kelengkapan bukunya anak dapat belajar dengan maksimal, dan secara tidak langsung memberi dorongan kepada anak untuk belajar lebih giat dan tekun sehingga hasil belajar disekolah dapat meningkat.
2. Kepada para dewan guru dapat sebagai masukan yang pada akhirnya dapat memberikan motivasi kepada orangtua wali murid agar lebih memperhatikan kelengkapan buku putra dan putrinya dan mendorongnya untuk membaca buku penunjang tersebut.
3. Kepada kepala sekolah sebagai masukan sehingga dalam pengadaan buku penunjang disekolah agar dapat diperhatikan dengan lebih baik.







DAFTAR PUSTAKA
Asmadi Alsa, Pendekatan kwantitatif dan kualitatif serta kombinasi dalam penelitian psikologi, pustaka pelajar, Yogyakarta 2003

Djamarah Syaiful Bahri, Rahasia sukses belajar, PT. Rineka cipta Jakarta 2002

Margono S, Metodelogi penelitian pendidikan, Rineka Cipta: Jakarta 2005

Poerwadarminta. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Sadirman, Interaksi dan motifasi belajar mengajar, PT. Raja Grafindo Persada Jakarta 2001
Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R& D, Alfabeta, Bandung 2008

Slamento, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya PT. Rineka Cipta Jakarta 2003

Sutrisno. H. 2000. Statistik. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Muhamad ujer usman,Teknik-teknik belajar dan mengajar.
www.sundayana.web.id/efektifitas-belajar-faktor yang mempengaruhi Belajar
http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi 22 Pebruari 2010
sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar.../pengertian-Belajar, 22 Pebruari 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar